Pendaki Indonesia Wilayah Tangerang Raya Aktif Bersih-bersih Sampah Plastik di Gunung

oleh -752 Dilihat
oleh
Pendaki Indonesia Wilayah Tangerang Raya Aktif Bersih-bersih Sampah Plastik di Gunung
Anggota Pendaki Indonesia foto bersama di salah satu gunung di Pulau Jawa. 

BANTENNOW.COM, TANGERANG – Kiprah komunitas pendaki Tangerang Raya tidak bisa dianggap enteng. Mereka yang tergabung dalam Pendaki Indonesia ini aktif mendaki gunung-gunung tinggi di Indonesia dan melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik.

Hal itu diakui Fale Wali, Koordinator Pendaki Indonesia untuk Wilayah Tangerang Raya, kepada bantennow.com, Senin (17/8/2020). Menurutnya, Pendaki Indonesia Wilayah Tangerang didirikan oleh Budi Mulyana pada 3 September 1997.

“Jujur saja, hampir seluruh gunung di Pulau Jawa sudah kami daki. Sebut misalnya Gunung Semeru. Itu gunung paling tinggi di Pulau Jawa. Selain itu juga mendaki ke Gunung Argopuro dengan track atau jalur terpanjang di Pulau Jawa juga,” ungkapnya.

Ketika ditanya apakah di gunung-gunung itu juga ada sampahnya, semisal sampah-sampah plastik? Menurut Fale, gunung-gunung di Indonesia, termasuk di Pulau Jawa belum aman dari sampah. “Di sana juga masih banyak sampahnya,” terangnya.

“Kami para Pendaki Indonesia, selain melakukan pendakian terhadap gunung, juga turut serta membersihkan sampah-sampah yang ada di gunung itu. Sampah-sampah itu kami kumpulkan dan diwajibkan dibawa turun ke bawah,” ucap Fale.

Ketika ditanya siapa kira-kira yang membuang sampah di gunung-gunung? Dijawab Fale, bisa saja itu dilakukan oleh masyarakat umum, namun mungkin juga dilakukan para  pendaki sendiri. Namun itu oknum para pendaki yang tidak bertanggungjawab.

“Sampah-sampah plastik yang ada di gunung itu, diantaranya botol- botol minum , sisa-sisa kemasan Indomie dan bungkus berbagai jenis ciki. Tapi jenis sampah yang paling banyak atau dominan itu ya botol air mineral dan bungkus Indomie,” tuturnya.

Fale berharap kepada masyarakat dan juga oknum pendaki yang tidak bertanggungjawab itu tidak membuang sampah di gunung. “Walau bagaimanapun sampah-sampah plastik itu seulit sekali teurai dan bisa merusak ligkungan di gunung itu,” ujarnya.

Selain melakukan bersih-bersih sampah di gunung, lanjut Fale, para Pendaki Indonesia Wilayah Tangerang Raya juga aktif dalam berbagai kegiatan konservasi, kebencanaan dan pelatihan. “Kami juga tidak melupakan silaturahmi sesama pendaki,” paparnya.

Para pendaki sambung Fale, juga melakukan gerakan #SadarKawasan untuk menjamin fungsi ekologi. Selain itu, melakukan pengelolaan, pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya alam hayati dan ekosistem yang berkelanjutan. Hal itu dilakukan sejalan dengan peningkatan peranan dan fungsi kawasan pelestarian.

Gerakan itu menurut dia, tujuannya untuk menjamin keaslian keanekaragaman hayati (genetik, jenis dan ekosistem) melalui kegiatan-kegiatan perlindungan, pengamanan dan rehabilitasi kawasan dan sumber daya alam di dalamnya, serta mengantisipasi gangguan dari aktivitas manusia melalui peningkatan kesadaran dengan sosial ekonomi masyarakat sekitar.

“Anggota pendaki  sebelum kegiatan mendaki atau ingin memasuki wilayah tertentu wajib mencari tahu terlebih dahulu status kawasan konservasi yang ingin dikunjungi, apakah masuk kedalam kawasan Taman Wisata Alam(TWA), Suaka Margasatwa(SM), Cagar Alam(CA) dan Taman Nasional, dan lain-lain” tuturnya.

“Anggota kami juga harus  tahu cara mengurus perizinannya, area mana saja yang boleh dan tidak boleh dikunjungi. Satu hal penting harus masuk dari jalur resmi dan tidak boleh membuka jalur baru agar habitat dan ekositem yang ada tetap merdeka dan terjaga kelestariannya,” ucapnya. (bud)

Cek berita yang lain di

No More Posts Available.

No more pages to load.