Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa keberadaan TPS 3R di setiap kawasan tidak hanya mengurangi sampah yang dibuang ke TPA, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Di TPS 3R, sampah dapat diolah menjadi bahan yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis. Misalnya, sampah organik bisa dimanfaatkan untuk budidaya maggot, pembuatan pupuk, dan budidaya lele. Sementara sampah non-organik bisa diolah menjadi bahan baku paving block,” ujar Bupati.
Bacaan Lainnya:
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Maesyal juga memberikan apresiasi kepada Pengembang Suvarna Sutera yang telah berhasil mengolah sekitar 5 ton sampah dalam waktu satu setengah hari.
“Pengolahan sampah yang dilakukan di Suvarna Sutera telah membantu mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA setiap hari. Selain itu, sampah tersebut juga diolah menjadi produk dengan nilai ekonomis, seperti maggot yang dapat dijual dengan harga Rp4.000 per kilogram,” ujarnya.





