
SERANG, (BN) – Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan Kota Serang, tahun 2019 tidak mencapai target yang telah di tetapkan yakni 75 persen. Sementara target pencapaian hanya memiliki sisa waktu dua bulan.
Menanggapi hal itu, Walikota Serang, Syafrudin mengatakan, secara keseluruhan, realisasi PBB Perdesaan di masing-masing kelurahan belum ada yang mencapai 50 persen.
“Karena kinerja lurah sekota serang ini kurang maksimal, makanya pada hari ini kita rapat evaluasi PBB P2 pada triwulan III. Ternyata PBB Perdesaan baru mencapai 32 persen di bandingkan dengan PBB Perkotaan yang lebih bagus mencapai 64 persen,” kata Syafrudin kepada media saat di wawancara di sebuah Hotel Kota Serang, Kamis (24/10/2019).
Untuk itu, Syafrudin menekankan kepada seluruh Lurah se Kota Serang pada bulan Desember bisa mencapai 75 persen dalam realisasi PBB Perdesaan.
Kemudian, lanjut Syafrudin, jika di bulan Desember nanti para Lurah itu tidak mencapai target, kemungkinan besar akan ada pergantian.
“Saya menekankan. Karena ini juga bagian dari kinerja lurah sekota serang yang semestinya PBB Perdesaan sampai bulan Oktober ini paling tidak mencapai 75 persen. Ternyata sapai saat ini kurang dari separuh. Mudah-mudahan bulan Desmber nanti mencapai 75 persen,” katanya.
Menurut Syafrudin, ada beberapa kendala dalam realisasi PBB Perdesaan tidak mencapai target yang di harapkan. Karena sistem dalam hal ini tidak di kelola langsung oleh para Lurah.
“Jadi Lurah menyerahkan ini malah ke RT /RW. Bahkan lurah tidak menagih, kalau dulu itu lurah langsung yang menagih. Dengan sistem itu kesadaran masyarakat belum maksimal,” tungkasnya






