“Hal ini membuat harganya berada di bawah harga eceran tertinggi dan tetap stabil,” tegas Tito.
Lebih lanjut, Tito memberikan apresiasi khusus kepada Bulog yang menurutnya memiliki kontribusi besar dalam mengendalikan harga beras di pasaran sekaligus menjaga ketersediaan stok bagi masyarakat secara konsisten dan berkesinambungan.
“Saya terima kasih banyak kepada Badan Pangan Bulog, kerjanya hebat dengan menggunakan aplikasinya,” pungkasnya.
Bacaan Lainnya:
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas)/Kepala Perum Bulog (Kabulog) Arief Prasetyo menjelaskan strategi distribusi beras pemerintah yang dijalankan melalui lima jalur utama.
Pertama, melalui pedagang dan pengecer pasar. Kedua, lewat koperasi desa Merah Putih. Ketiga, melalui instansi pemerintah seperti TNI dan Polri.
Keempat, dengan menggandeng jaringan ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, dan Hypermart. Dan kelima, melibatkan kementerian, lembaga, serta BUMN.





