LLV Buka Peluang Perusahaan Global Uji Teknologi di Indonesia Lewat InnoLab

oleh -380 Dilihat
Para peserta dari Nitto Denko Asia Technical Centre (NAT), perusahaan teknologi global terkemuka berpartisipasi dalam program InnoLab yang diinisiasi oleh Living Lab Ventures.

BANTENNOW.COM, TANGERANG,- Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital milik Sinar Mas Land, membuka peluang bagi perusahaan teknologi global untuk menguji sekaligus mengkomersialisasikan inovasinya di Indonesia melalui platform co-innovation InnoLab.

Platform ini memungkinkan perusahaan global mengeksplorasi implementasi teknologi serta mengembangkan proof-of-concept (PoC) dalam ekosistem yang terintegrasi. Salah satu perusahaan yang telah memanfaatkan InnoLab adalah Nitto Denko Asia Technical Centre.

Kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana perusahaan global dapat menguji solusi teknologi sekaligus memvalidasi pasar di Indonesia. InnoLab dirancang tidak hanya sebagai forum kolaborasi, tetapi juga sebagai platform eksekusi yang menyediakan jalur jelas dari tahap eksplorasi hingga kesiapan pasar.

Melalui InnoLab, perusahaan dapat mengakses ekosistem startup dan mitra industri yang telah terkurasi, serta melakukan business matching sesuai kebutuhan strategis dan operasional. Selain itu, platform ini memungkinkan pengembangan PoC dalam skala kota, sehingga solusi dapat diuji dalam kondisi nyata.

Pendekatan ini memberikan jalur terstruktur bagi perusahaan global untuk mengukur kesiapan pasar sebelum ekspansi, sekaligus mempercepat proses komersialisasi di Indonesia.

Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto mengatakan, banyak perusahaan global memiliki teknologi matang, namun membutuhkan platform untuk lokalisasi dan validasi pasar.

“InnoLab menghadirkan kerangka kerja terstruktur yang memungkinkan proses tersebut berjalan cepat, terukur, dan berbasis kebutuhan industri. Kami membuka kesempatan bagi perusahaan dari berbagai negara untuk menguji dan mengembangkan teknologinya di Indonesia,” ujarnya.

President Nitto Denko Asia Technical Centre, Ryota Masuda menambahkan, pihaknya merasakan dukungan kuat dalam hal networking, pengembangan bisnis, dan pembangunan ekosistem melalui InnoLab.

“Kami mulai melihat progres nyata dari berbagai inisiatif PoC. Dengan populasi besar dan keterbukaan terhadap ide baru, Indonesia menjadi pasar yang menarik untuk menciptakan bisnis sekaligus mempercepat implementasi,” katanya.

Ia juga mengapresiasi transformasi digital yang dilakukan Sinar Mas Land, serta berharap kolaborasi ini dapat mempercepat proses validasi hingga komersialisasi.

Keunggulan InnoLab turut didukung integrasi dengan BSD City, mega township seluas 6.000 hektare dengan populasi lebih dari 500.000 jiwa. Kawasan ini mencakup berbagai sektor, mulai dari hunian, komersial, pendidikan, hingga industri.

CEO Digital Business Sinar Mas Land, Mulyawan Gani menyebut BSD City dikembangkan sebagai living laboratory yang memungkinkan inovasi diuji dalam skala nyata.

“Kami dapat memfasilitasi berbagai skema PoC secara langsung. Kami mengundang perusahaan global untuk memanfaatkan InnoLab dan BSD City sebagai platform validasi dan komersialisasi teknologi di Indonesia,” ujarnya.

LLV pun membuka peluang bagi perusahaan teknologi dari berbagai sektor dan negara untuk memanfaatkan InnoLab sebagai platform pengujian dan pengembangan teknologi. Melalui ekosistem ini, perusahaan dapat mempercepat validasi, membangun kemitraan dengan startup lokal, serta mengembangkan pipeline komersialisasi jangka panjang.

Dengan pendekatan terbuka dan berbasis kebutuhan industri, InnoLab menjadi platform strategis bagi perusahaan global untuk bergerak dari tahap inovasi menuju implementasi nyata di pasar Indonesia. (sdr).

No More Posts Available.

No more pages to load.