Menurut Siraj, dalam Lebaran Betawi Tangsel, tidak hanya ada kegiatan seni budaya seperti silaturahim padepokan saja, akan tetapi menghadirkan pula tradisi Hantaran Lebaran dan kuliner yang dulu hidup dan berkembang di masyarakat Betawi.
“Dulu, satu hari sebelum lebaran ada tradisi Betawi, Hantaran Lebaran. Yang muda ke yang tua atau ponakan ke ncing membawa bakul berisi beras, ikan gabus dan sayur- mayur untuk kebutuhan para orang tua di hari lebaran,” ungkapnya.
Tradisi itu dihidupkan lagi oleh Lima Beta dalam perhelatan Lebaran Betawi melalui Lomba Hantaran Lebaran. Pesertanya perwakilan dari tujuh kecamatan di Tangsel, termasuk juga ada lomba-lomba lain dan kuliner Betawi oleh para pelaku UKM.
“Kami sudah lima kali menggelar Lebaran Betawi Tangsel. Tahun 2020 ini harusnya yang keenam. Tapi tidak bisa digelar karena Covid-19. Tapi aktifitas kami tetap berjalan, seperti memberikan bantuan pada warga terdampak pandemi,” paparnya. (bud)





