“Pembinaan olahraga juga meliputi pembinaan mental, pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan olahraga, penyediaan kompetisi berkelanjutan, hingga modernisasi fasilitas olahraga guna menunjang prestasi atlet,” lanjutnya.
Andra menegaskan Popda memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar kompetisi olahraga antarpelajar.
Menurutnya, ajang tersebut menjadi sarana pembentukan karakter sekaligus wahana pengembangan potensi generasi muda Banten.
“Popda bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan wahana pembinaan karakter dan sarana pengembangan potensi generasi muda,” katanya.
Bacaan Lainnya:
Ia juga menilai Popda menjadi instrumen penting dalam menjaring atlet-atlet berbakat yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.
“Popda menjadi instrumen strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet pelajar terbaik yang akan menjadi kebanggaan Provinsi Banten di masa yang akan datang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Andra turut mengapresiasi semangat para atlet pelajar dari delapan kabupaten/kota yang berpartisipasi pada Popda XII.
“Melalui ajang ini, kita menyaksikan semangat juang, disiplin, kerja keras, sportivitas, dan persahabatan yang ditunjukkan oleh para atlet pelajar dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten,” katanya.
“Nilai-nilai inilah yang sesungguhnya menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten Ahmad Syaukani memastikan seluruh rangkaian kegiatan Popda XII berjalan aman dan lancar.






