Satgas ini bertugas memastikan kelancaran implementasi MBG hingga ke pelosok daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta komunitas adat seperti masyarakat Baduy.
“Satgas ini bertugas mempercepat pelaksanaan di lapangan,” tegas Andra Soni.
Ia menambahkan bahwa pelayanan akan dilakukan setiap hari, termasuk di daerah terpencil. Pemprov Banten menargetkan 1.300 Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) yang tersebar merata di seluruh wilayah. Dalam pelaksanaannya, transparansi dan pemenuhan standar operasional menjadi prinsip utama.
Bacaan Lainnya:
“SPPG harus terbuka dan memenuhi standar. Provinsi, kabupaten dan kota punya tanggung jawab memastikan semuanya berjalan sesuai aturan,” ujar Andra.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp335 triliun untuk pelaksanaan program MBG tahun 2026. Dana ini terdiri dari Rp268 triliun anggaran utama dan Rp67 triliun dana cadangan (standby fund).







