Kampung Batik Kembang Mayang, Membatikkan Pendidikan dan Warisan Kultural

by -91 Views
Pengelola Kampung Batik Kembang Mayang

BANTENNOW.COM, LARANGAN — Di tengah hiruk-pikuk perkotaan, ada suatu tempat yang masih melestarikan keindahan seni batik dengan penuh dedikasi.

Kampung Batik Kembang Mayang, yang terletak di Jalan Mayang II, RT 2, RW 11, Kelurahan Larangan Selatan, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, telah berdiri sejak tahun 2018 dan tetap eksis hingga saat ini.

Kampung ini bukan hanya menjadi saksi bisu sejarah panjang seni batik, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam menyebarkan pengetahuan dan cinta akan batik kepada masyarakat, terutama para siswa.

Pengelola Kampung Batik Kembang Mayang, Zulifni Adnan, menceritakan tentang upaya Kampung Batik ini dalam menjaga warisan budaya. Baru-baru ini Kampung Batik Kembang Mayang memberikan edukasi kepada ratusan siswa di sebuah sekolah di Bintaro, Tangerang Selatan pada peringatan Hari Batik Nasional.

“Kegiatan kampung batik masih eksis sampai dengan saat ini, kami didukung oleh Pemerintah Kota Tangerang melalui pembangunan sarana workshop yang layak dan representatif,” ucap Zulifni.

Dukungan dari Pemerintah Kota Tangerang telah membantu kampung ini dalam membangun fasilitas workshop yang layak dan representatif. Fasilitas ini menjadi tempat penting dalam proses belajar dan berkarya.

Dalam melakukan edukasi pengenalan batik, kampung Batik Kembang Mayang bekerja sama dengan Ibu-ibu dan remaja dari Ikatan Remaja Masjid Nurul Falah Kampung Batik.

Tak hanya sekadar memberikan pengetahuan, namun kampung ini juga memberikan pelatihan sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Batik kepada 10 Ibu-ibu di kampung batik.

Ibu-ibu Kampung Batik yang telah memiliki sertifikasi ini berbagi ilmunya dengan menghadiri undangan kegiatan edukasi batik dari berbagai instansi. Mereka adalah teladan dalam melestarikan seni batik dan meneruskannya kepada generasi muda.

Dua pengajar di Kampung Batik Kembang Mayang diundang sebagai narasumber dalam kegiatan membatik bagi guru-guru dan siswa sekolah khusus di Banten. Dengan begitu, kampung ini terus menjadi pusat pengetahuan dan budaya batik yang bermanfaat bagi masyarakat dan pendidikan di daerah tersebut.

“Terbaru dua orang pengajar di Kampung Batik Kembang Mayang menjadi narasumber kegiatan membatik bagi guru-guru dan siswa sekolah khusus di Banten,” pungkasnya.

Kampung Batik Kembang Mayang bukan hanya tempat, melainkan sebuah cinta yang tak pernah pudar terhadap seni batik. Dalam upayanya melestarikan dan mengedukasi, kampung ini terus memancarkan semangat yang menginspirasi, menjadikan batik sebagai warisan kultural yang membanggakan. (tw)

No More Posts Available.

No more pages to load.