JMSI: Media Siber Jadi Ruang Belajar Kedua, Dorong Kemajuan Pendidikan Nasional

oleh -46 Dilihat
Ketua Umum JMSI Teguh Santosa saat menyampaikan peran media siber dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional.Sabtu (2/5/2026).

BANTENNOW.COM, JAKARTA — Media siber berperan penting dalam mempercepat kemajuan pendidikan nasional. Di tengah transformasi digital yang kian masif, ekosistem pendidikan dan media dituntut berjalan beriringan dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi tantangan global.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, dalam keterangannya kepada media, Sabtu (2/5/2026).

“Pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas. Hari ini, media siber dapat dikatakan sebagai ruang belajar kedua yang menjangkau jutaan anak bangsa,” ujar Teguh, yang juga dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Menurutnya, kecepatan diseminasi informasi melalui portal berita, platform digital, dan kanal edukasi daring membuka peluang pemerataan akses pengetahuan. Hal ini dinilai menjadi solusi atas ketimpangan mutu pendidikan antarwilayah.

“Media siber punya tanggung jawab besar, tidak hanya menyebarkan berita, tetapi juga mengkurasi konten yang mendidik, mencerdaskan, dan membangun karakter,” kata mantan Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK) tersebut.

Ia menegaskan, jurnalisme yang berpihak pada literasi merupakan bentuk kontribusi nyata pers terhadap peningkatan kualitas SDM Indonesia.

Teguh juga menyoroti tantangan di era kecerdasan buatan dan otomatisasi yang mulai mengubah peta pekerjaan. Tanpa peningkatan kompetensi digital dan daya kritis, generasi muda berisiko tertinggal.

“Kalau kita tidak menyiapkan SDM yang adaptif, melek teknologi, dan memiliki nalar kritis, kita akan menjadi penonton di negeri sendiri. Di sinilah media siber harus hadir sebagai katalis,” tegasnya.

JMSI, lanjut Teguh, mendorong seluruh anggotanya untuk memperbanyak konten edukatif yang relevan bagi siswa, guru, dan orang tua. Mulai dari ulasan kurikulum, praktik baik pembelajaran, hingga literasi digital dan kewargaan.

“Jangan sampai media siber hanya ramai dengan sensasi. Kita perlu lebih banyak narasi yang mengangkat guru inspiratif, inovasi sekolah, dan prestasi pelajar di daerah,” ucapnya.

Ia juga mengajak kolaborasi antara media siber dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sekolah, kampus, serta komunitas belajar untuk menciptakan ruang diskusi publik yang konstruktif.

Menurutnya, dialog terbuka sangat penting agar kebijakan pendidikan mendapatkan masukan berbasis data dan pengalaman lapangan.

“Hardiknas 2026 harus menjadi momentum untuk merumuskan kembali peran pers dalam pendidikan. Media siber bukan sekadar penyampai informasi, tetapi mitra dalam pembangunan manusia Indonesia,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.