Keinginannya membuat buku, termasuk buku dongeng mendapatkan jalan. Awalnya, ia mengikuti Kelas Menulis Prof Maman Mahayana. Dalam kelas online itu diantaranya dibahas cerita rakyat. Ihah merasa termotivasi membuat buku dongeng.
Kecintaannya pada dongeng, karena dalam dongeng itu juga mengandung unsur moral dan ada tokoh-tokohnya yang bisa dijadikan contoh kebaikan dan keburukan dalam kehidupan. “Ada peristiwa yang bisa diambil hikmahnya dari dongeng itu,” tuturnya.
Ia juga yakin buku dongeng tidak hanya disukai anak-anak, namun juga orang-orang dewasa. “Sebenarnya di Banten ini banyak bahan dongeng, namun kalau mau ditulis harus terjun atau digali ke masyarakat khususnya kepada para sesepuh,” jelasnya.
Sayangnya, profesi pendongeng masih sangat langka. Ia tidak tahu mengapa ada fenomenanya seperti itu. “Mungkin saja karena memang tidak banyak orang yang mempunyai kompetensi menyampaikan pesan melalui mendongeng,” ungkapnya.





