Gubernur Banten Kembali Terima Kunjungan Parlemen Prefektur Mie Jepang, Bahas Penguatan SDM

oleh -77 Dilihat
Gubernur Banten Andra Soni kembali menerima kunjungan Parlemen Prefektur Mie, Jepang, di Kantor Gubernur Banten, Jalan Kencana I No. 20, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Senin (3/8/2026).

BANTENNOW.COM, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni kembali menerima kunjungan Parlemen Prefektur Mie, Jepang, di Kantor Gubernur Banten, Jalan Kencana I No. 20, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Senin (3/8/2026).

Kunjungan tersebut merupakan yang kedua kalinya. Rombongan Parlemen Prefektur Mie kembali dipimpin Ketua Parlemen Prefektur Mie, Mr. Inagaki. Sebelumnya, kunjungan pertama dilakukan pada 6 Mei 2025 untuk membahas peluang kerja sama antara Banten dan Prefektur Mie.

Andra Soni mengatakan, dalam pertemuan tersebut kedua pihak kembali menjajaki berbagai peluang kerja sama, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Hari ini menerima kunjungan kedua Parlemen Mie Jepang. Prefektur Mie ini, salah satu yang terkenal adalah AEON Mall. Banyak hal yang kita diskusikan. Salah satunya terus menjajaki kerja sama antara Provinsi Banten dengan Provinsi Mie. Fokus utamanya adalah kepada sumber daya manusia,” kata Andra Soni.

Dalam kunjungan tersebut, Andra Soni juga mengajak rombongan meninjau ruang praktik pelatihan di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Provinsi Banten. Peninjauan itu diharapkan dapat membuka peluang investasi dari Jepang ke Banten.

“Kita tadi perlihatkan fasilitas pelatihan kita, dan kita akan bertahap sampai pada sister province. Kita akan memfasilitasi investor Prefektur Mie untuk masuk ke Provinsi Banten,” ujarnya.

Andra Soni mengungkapkan, Pemprov Banten tengah menargetkan sejumlah provinsi di luar negeri untuk menjadi sister province. Pemerintah Provinsi Banten juga telah menyiapkan kantor promosi investasi sebagai upaya menarik investor asing.

“Provinsi Banten sangat terbuka dengan investasi. Tentunya investasi ini yang selaras dengan apa yang dicanangkan presiden, khususnya hilirisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten, Virgojanti, mengatakan, rombongan Parlemen Prefektur Mie memberikan respons positif terhadap hasil kunjungan pertama.

Menurutnya, salah satu fokus kerja sama yang dibahas adalah peningkatan kualitas SDM. Ke depan, kerja sama tersebut tidak menutup kemungkinan berkembang ke sektor bisnis antara Provinsi Banten dan Prefektur Mie.

Virgojanti menilai Banten memiliki potensi besar dari sisi SDM karena didukung jumlah penduduk usia produktif yang cukup tinggi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Banten, Septo Kalnadi, mengatakan tantangan ke depan adalah menyiapkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mesin yang digunakan industri saat ini.

Menurutnya, masyarakat Indonesia yang bekerja di Jepang juga perlu memahami sejumlah kebiasaan dan budaya setempat, seperti budaya antre, tata cara menyeberang jalan, serta kemampuan berbahasa Jepang.

Septo mengatakan, Pemprov Banten juga memiliki balai pelatihan kerja di Kabupaten Pandeglang dengan lahan yang lebih luas. Fasilitas tersebut dapat dikembangkan untuk mendukung pelatihan keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di Prefektur Mie.

“Namun itu sudah diberikan pelatihan dan pembiasaan di lembaga pelatihan sebelum dikirim ke Jepang,” katanya. (wy/sdr).

No More Posts Available.

No more pages to load.