Dikatakan dia, dari temuan enam batu bersejarah tersebut, paling tidak menunjukkan adanya tanda-tanda penting peradaban di masa lalu mengenai pabrik gula di sekitaran Sewan atau Batuceper.
“Kalau kita baca sejarahnya, dulu di sekitaran Sewan dan Batuceper ada hutan tebu dan pabrik gula. Tangerang ini sejak dulu seperti gadis seksi di tanah Jawa yang dilirik kolonial dan Tionghoa,” ungkapnya.
Pabrik gula itu lanjut dia, diceritakan dalam sejarah Tangerang muncul sekitar tahun 1500. Namun mesin-mesin untuk penggilingan gula itu dikabarkan datang pada tahun 1700-1800-an.
“Kesalahan kita menorehkan sejarah yang salah, seenaknya bikin cerita sejarah sehingga bertabrakan dengan generasi-generasi ke depan. Mumpung era transparan, kita bangun itu,” ungkapnya.
Karena itu, sambung Sumangku, pihak-pihak lain yang tidak mengerti sejarah tidak perlu bicara sejarah dan tidak perlu juga latah bicara sejarah. Namun sejarah biarkan mengalir pada ahli-ahlinya.





