BANTENNOW.COM, TANGERANG – Deretan sepeda Federal tampak berjejer rapi di kawasan Taman Elektrik, Puspem Kota Tangerang. Warnanya beragam, sebagian masih mempertahankan nuansa klasik dengan rangka lawas yang terawat apik.
Di tengah suasana pagi yang ramai, tawa para anggota komunitas terdengar akrab. Mereka saling menyapa, berbincang, hingga bersiap melepas lima anggota menuju ajang IFKA di kawasan Candi Prambanan, Klaten.
Bagi Komunitas Federal Tangerang (Fedtang), sepeda bukan sekadar alat transportasi atau hobi. Dari kayuhan sepeda lawas itu, tumbuh rasa persaudaraan yang telah terjalin sejak komunitas berdiri pada 2014 silam.
“Fedtang berdiri tahun 2014. Sampai sekarang anggotanya diperkirakan sudah sekitar 400 orang yang aktif bersilaturahmi melalui berbagai kegiatan setiap minggunya,” ujar Ketua Umum Fedtang, Keris.
Komunitas ini menjadi wadah bagi para pecinta sepeda vintage, khususnya merek Federal yang sempat populer pada era 1990-an. Meski identik dengan sepeda Federal, Fedtang tetap terbuka bagi pecinta sepeda jenis lainnya.
Menurut Keris, sepeda Federal memiliki daya tarik tersendiri karena sudah tidak diproduksi lagi sejak 1996. Kondisi itu membuat banyak anggota bukan hanya menjadi penghobi, tetapi juga kolektor.
“Federal itu variannya banyak sekali dan sudah tidak diproduksi lagi. Jadi banyak teman-teman yang akhirnya tertarik merawat dan mengoleksinya,” katanya.
Namun, yang membuat komunitas ini terus bertahan bukan hanya soal sepeda lawas. Ada nilai kebersamaan yang selalu dijaga di dalamnya.
Fedtang memiliki semboyan “Satu Sepeda Sejuta Sahabat”. Bagi para anggota, semboyan tersebut bukan sekadar tulisan, melainkan semangat yang terus hidup di setiap perjalanan mereka.
“Di mana pun kita bersepeda, kita enggak merasa sendiri. Karena pasti ada saudara sesama Federal,” ujar Keris.
Semangat persaudaraan itu terlihat dari berbagai kegiatan rutin yang dijalankan komunitas. Selain gowes bersama saat Car Free Day, Fedtang juga memiliki program sosial bertajuk Jumat Berkah Fedtang (JBF) yang digelar bergantian di berbagai chapter.
Tak hanya itu, komunitas ini mulai bergerak mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif para anggotanya. Ketua Harian Fedtang, Gupuh, mengatakan komunitas tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi sesama anggota.
“Kita ingin komunitas ini bisa membantu teman-teman berkembang, termasuk di bidang UMKM dan kreativitas,” kata Gupuh.
Saat ini, Federal Tangerang juga aktif menjalin hubungan dengan berbagai komunitas sepeda lain di Tangerang hingga jaringan Federal Indonesia di berbagai daerah di Nusantara.
Dalam waktu dekat, Fedtang bersiap mengikuti Jambore Nasional Federal Indonesia ke-7 yang akan berlangsung di Purwokerto pada 26–27 Juni mendatang.
“Kalau ada masyarakat yang lihat kita kumpul dan ingin gabung, silakan datang saja. Kita terbuka sekali,” tambah Gupuh.
Bagi mereka, sepeda Federal memang menjadi awal sebuah pertemuan. Namun pada akhirnya, rasa kekeluargaanlah yang membuat komunitas ini terus bertahan dan tumbuh di setiap perjalanan.(afa)






