“Mereka akan memeriksa semua hewan kurban yang memenuhi persyaratan baik dari fisik, gejala klinis yang terlihat, dan syarat kurban lainnya,” jelas Asep.
Setelah dibekali pengetahuan, petugas akan turun ke lapak-lapak penjualan dan penampungan hewan kurban untuk memberikan tanda sehat berupa stiker.
Selain itu, jika ditemukan hewan yang teridentifikasi mengalami penyakit seperti PMK dan LSD, pihaknya akan menerjunkan dokter hewan. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai hewan yang mengidap penyakit menular atau zoonosis.
“Kami rutin melakukan pemeriksaan dan memberikan vaksin kepada hewan ternak di Kabupaten Tangerang. Tidak hanya sapi, tetapi juga kerbau, kambing, dan domba rutin divaksinasi,” tambah Asep.(akb)





