Bupati Tangerang Terima Kunjungan Komisi VII DPR RI, Bahas Regulasi dan CSR Kawasan Industri

oleh -55 Dilihat
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Kawasan Industri Cikupa Mas, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu (26/8/2026).

BANTENNOW.COM, TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Kawasan Industri Cikupa Mas, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu (26/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung aktivitas kawasan industri sekaligus menyerap masukan dan aspirasi dari pelaku usaha serta pemerintah daerah terkait pengelolaan kawasan industri.

Bupati Maesyal Rasyid mengatakan, Komisi VII DPR RI ingin mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha maupun pemerintah daerah, termasuk hubungan antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat di sekitar kawasan industri.

“Komisi VII ingin mendengarkan langsung terkait dengan keberadaan aktivitas kawasan industri yang ada di Kawasan Industri Cikupa Mas. Yang kedua, dalam rangka menampung usulan-usulan dari pengusaha maupun dari pemerintah daerah kabupaten maupun provinsi untuk membuat regulasi terkait dengan industri, supaya memberikan kenyamanan,” ujar Maesyal.

Menurutnya, hasil kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam penyempurnaan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kawasan Industri. Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat untuk menciptakan kawasan industri yang produktif, aman, dan berkelanjutan.

Selain regulasi kawasan industri, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah optimalisasi program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Maesyal menilai program CSR perlu diarahkan agar lebih produktif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan industri. Untuk itu, perusahaan diharapkan berkoordinasi dan melaporkan program CSR yang telah maupun akan dilaksanakan kepada pemerintah daerah.

“Bukan kurang. Masih banyak yang tidak melaporkan kepada kita, ada program apa saja. Harusnya mereka melaporkan kepada kita program yang mereka jalankan, salah satunya CSR,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkab Tangerang dapat mendorong penguatan Forum CSR sebagai wadah koordinasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan koordinasi yang baik, berbagai program CSR dapat terdata, disinergikan, serta memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat.

“Yang penting koordinasi. Mereka harus berbicara dengan kita sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maesyal juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan kondusivitas kawasan industri, termasuk mengantisipasi potensi aksi premanisme.

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan terkait praktik premanisme di Kawasan Industri Cikupa Mas. Meski demikian, Pemkab Tangerang akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perusahaan, pekerja, maupun masyarakat sekitar.

“Sampai sekarang khusus di sini tidak pernah ada laporan. Kita akan terus mengikuti perkembangan ini supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baik oleh perusahaan maupun karyawan, termasuk masyarakat sekitar,” tandasnya.

Usai berdialog dan menyerap berbagai masukan dari pelaku usaha, Bupati Tangerang bersama jajaran Komisi VII DPR RI melanjutkan kegiatan dengan meninjau salah satu pabrik di Kawasan Industri Cikupa Mas.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung aktivitas produksi pabrik yang bergerak di bidang pembuatan busa atau foam. Produk tersebut digunakan sebagai bahan berbagai kebutuhan, seperti kasur, sofa, dan furnitur lainnya.

Peninjauan menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja untuk melihat secara langsung proses produksi dan kondisi lingkungan kerja. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan gambaran kepada Komisi VII DPR RI mengenai aktivitas serta dinamika industri di Kabupaten Tangerang yang merupakan salah satu kawasan industri penting di Provinsi Banten. (Sdr).

 

No More Posts Available.

No more pages to load.