Bupati Tangerang Pastikan Hewan Kurban di 334 Lapak Sehat dan Bebas PMK

oleh -88 Dilihat
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau salah satu lapak penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Lapak Mbakul Lembu Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Jumat (22/5/2026).

BANTENNOW.COM, KABUPATEN TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau salah satu lapak penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Peninjauan dilakukan di Lapak Mbakul Lembu Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Jumat (22/5/2026).

Dalam kunjungannya, Bupati Maesyal memastikan seluruh hewan kurban yang dijual memenuhi standar keamanan dan kesehatan sebelum diperjualbelikan kepada masyarakat.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) saat ini tengah melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh terhadap hewan kurban di berbagai lapak penjualan.

“Hari ini sudah dilakukan pemeriksaan oleh DPKP untuk memastikan hewan kurban sehat atau tidak. Alhamdulillah, semuanya dalam keadaan sehat dan masuk kategori Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH),” ujar Maesyal.

Ia menegaskan, hewan kurban yang dinyatakan sehat diperbolehkan dijual kepada masyarakat, sedangkan hewan yang tidak memenuhi syarat kesehatan dilarang diperjualbelikan.

“Kalau sehat bisa dijual, kalau tidak sehat tidak boleh dijual dan dilarang untuk diperjualbelikan,” tegasnya.

Berdasarkan data DPKP Kabupaten Tangerang, hingga saat ini sebanyak 334 lapak penjual hewan kurban telah diperiksa. Seluruh lapak tersebut dinyatakan memenuhi syarat kesehatan dan telah diberikan tanda atau identitas sehat sebagai bukti layak jual.

“Sampai saat ini sebanyak 334 lapak di wilayah Kabupaten Tangerang sudah diperiksa dan dinyatakan sehat serta diberikan identitas sehat pada hewannya. Mudah-mudahan ini menjadi modal dasar bagi masyarakat yang ingin membeli hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman,” katanya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja yang turut melakukan monitoring pemeriksaan hewan kurban di Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang benar-benar layak dan memenuhi kategori ASUH.

“Ada 96 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban yang disebar ke sejumlah titik di Kabupaten Tangerang. Petugas tersebut terdiri dari pemeriksa hewan kurban, dokter hewan, serta berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Banten II,” jelas Soma.

Sementara itu, pemilik Lapak Mbakul Lembu, Indra, mengatakan pihaknya menyediakan 72 ekor sapi dan 195 ekor kambing. Seluruh hewan tersebut telah diperiksa dan dinyatakan sehat oleh dokter hewan dari DPKP Kabupaten Tangerang.

“Kalau sapi ada 72 ekor, sedangkan kambing ada 195 ekor. Semua sudah diperiksa langsung oleh dokter dari Keswan DPKP dan dinyatakan 100 persen sehat,” ujar Indra.

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan meliputi bagian mulut, kaki, dan kuku untuk memastikan hewan kurban bebas dari berbagai penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Karena dua atau tiga tahun lalu sempat marak PMK, Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada. Pemeriksaannya meliputi bagian mulut, kaki, dan kuku,” katanya.

Indra menambahkan, sebagian besar hewan kurban yang dijual berasal dari peternakan miliknya sendiri dengan perawatan rutin, terutama pada pola pakan dan kebersihan kandang.(sdr)

No More Posts Available.

No more pages to load.