Bupati Tangerang Edukasi Siswa SD Kenali Pangan Hewani ASUH Sejak Dini

oleh -41 Dilihat
Bupati Tangerang saat memberikan edukasi Pangan ASUH untuk siswa SD di GOR RW 12, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Selasa (21/7/2026).

BANTENNOW.COM, KABUPATEN TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak-anak sekolah dasar. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi pangan asal hewan yang memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang di GOR RW 12, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya konsumsi pangan hewani yang aman dan bergizi, tetapi juga mendukung implementasi Program Makan Bergizi (MBG) hingga tingkat akar rumput.

Peserta sosialisasi merupakan perwakilan siswa dari empat sekolah dasar, yakni SD Negeri 1, SD Negeri 2, SD Negeri 3, dan SD Negeri 4 Cikasungka. Desa Cikasungka dipilih sebagai salah satu lokus prioritas penanganan kawasan khusus di Kabupaten Tangerang pada 2026.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa program makan bersama bergizi menjadi pelengkap dari Program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah hari ini kita bersama dengan SD Cikasungka 1, 2, 3, sampai dengan 4 bersama murid, guru, kepala sekolah untuk makan bersama, makan bergizi. Jadi ini melengkapi program MBG yang dijalankan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Maesyal.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut turut melibatkan DPKP Kabupaten Tangerang, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Provinsi Banten sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan kualitas gizi anak.

Selain pemenuhan gizi, Maesyal menilai kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan para siswa. Menurutnya, nilai-nilai kedisiplinan, semangat belajar, serta penghormatan kepada orang tua dan guru juga harus terus ditanamkan kepada anak-anak.

“Yang paling penting adalah silaturahminya bersama para guru, kepala sekolah, dan anak-anak. Harapannya, pesan-pesan yang disampaikan bisa dijalankan, sehingga mereka belajar dengan baik, disiplin, taat kepada orang tua dan guru, serta dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKP Kabupaten Tangerang, Joko Ismadi, mengatakan sosialisasi ini bertujuan mengenalkan standar pangan asal hewan yang aman sejak usia dini.

“Hari ini kita mengadakan sosialisasi pangan asal hewan yang ASUH, yaitu aman, sehat, utuh, dan halal untuk siswa sekolah dasar. Salah satu dari 10 lokus yang dipilih tahun ini adalah Desa Cikasungka. Tujuannya agar anak-anak sejak dini memahami ciri-ciri pangan asal hewan yang sehat, aman, utuh, dan halal,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap sekolah hanya mengirimkan sekitar 60 siswa sebagai peserta. Karena itu, para peserta diharapkan dapat menjadi agen edukasi bagi teman-temannya di sekolah.

“Harapannya setelah pulang dari sini mereka bisa menyampaikan kembali kepada teman-temannya. Mereka diharapkan menjadi narasumber kecil yang mengedukasi tentang pangan ASUH. Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun dengan lokasi yang bergantian di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKP Provinsi Banten, Ari Mardiana. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat relevan untuk menjamin keamanan produk hewani yang kini menjadi bagian penting dalam menu Program Makan Bergizi.

“Kegiatan ini sangat bagus karena mendukung keamanan peredaran produk hewan di Kabupaten Tangerang maupun Provinsi Banten. ASUH bukan sekadar slogan, tetapi harus benar-benar diterapkan. Saat ini lebih dari 75 persen menu MBG menggunakan produk hewan, seperti telur dan daging ayam. Karena itu, program seperti ini akan terus kami dukung,” katanya.

Ari berharap edukasi sejak dini mampu meningkatkan kesadaran anak-anak dalam mengenali kualitas pangan yang mereka konsumsi setiap hari.

“Mudah-mudahan anak-anak menjadi lebih peka dan bisa menjadi detektif cilik yang mampu mengenali apakah produk hewan yang dikonsumsi, termasuk dalam Program MBG, sudah memenuhi standar yang baik atau belum. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara rutin,” pungkasnya. (sdr)

No More Posts Available.

No more pages to load.