Festival ini melibatkan berbagai lembaga untuk mendukung pengembangan UMKM, seperti Kementerian Koperasi dan UMKM RI, BPJS Ketenagakerjaan, lembaga keuangan, KAI, serta Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) melalui KJAN.
Program-program yang ditawarkan meliputi pelatihan peningkatan kapasitas, perlindungan sosial ketenagakerjaan, serta digitalisasi pemasaran untuk memperluas pasar UMKM.
Bupati Maesyal dengan tegas menegaskan bahwa kebijakan pemerintah senantiasa akan berpihak dan mendukung sepenuhnya para pelaku usaha mikro.
Bacaan Lainnya:
“Kami berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha mikro, mulai dari kemudahan perizinan, akses pembiayaan, digitalisasi pemasaran, hingga perlindungan sosial ketenagakerjaan,” kata Bupati Maesyal.
Ia juga berharap agar festival ini dapat memperkuat semangat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk pengembangan UMKM yang inklusif.
“Dari pelaku usaha mikro yang kuat akan lahir ekonomi daerah yang tangguh dan masyarakat yang sejahtera,” pungkasnya.





