Lebih lanjut, dirinya membeberkan dugaan adanya 6 calon praja asal Provinsi Banten yang mendapatkan ‘warning’ dari oknum tim SPCP, diantarananya adalah ZN, RIF, MAP, AM, NFR, GN.
“Sedangkan anak saya Hizkia tidak dapat, dan langsung dinyatakan gugur oleh panitia SPCP. Saya sampaikan ke Pak Rektor untuk dilakukan ukur ulang, dan saya diberi memo untuk menemui Ketua Tim Kesehatan dari Puskes Mabes TNI,” bebernya.
Selain itu, Badia juga menjelaskan kekecewaannya atas jawaban tertulis dari pihak panitia yang mengurusi bagian Kesehatan dan Psikotes atas Surat Pernyataan Keberatan yang dilayangkannya tersebut pada Selasa (3/9/2019) lalu.
“Jadi dalam jawaban tertulis dari Puskes Mabes TNI yang mengurusi seleksi soal Kesehatan dan Psikotes atas anak saya Hizkia Raymond. Saya mendapati adanya kejanggalan pada berkurangnya tinggi badan anak saya yang dalam surat mereka disebutkan 158 cm, padahal 162,” jelasnya.





