Dipicu Debt Collektor, Ormas di Serang Tegang

by -117 views

SERANG, (BN) – Ratusan anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) dari Pemuda Pancasila, terlihat bersiaga di depan Sekretariat Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Banten.

Pasalnya, akan ada sekelompok orang, yang hendak melakukan penyerangan ke Markas PP Banten tersebut.

Namun, hingga Sabtu (18/1/20) dini hari, tak ada satupun indikasi yang memperlihatkan bahwa gedung oranye yang sudah dipenuhi anggota PP akan di serang.

Dari pantauan di lokasi, geram karena tidak ada serangan dari pihak lawan, membuat beberapa anggota PP mengusulkan untuk melakukan sweeping dan bersiap melakukan pertempuran dengan membawa sejumlah benda keras seperti kayu dan besi.

Bahkan beberapa anggota PP terlihat membawa senjata tajam.

Beruntung, hal tersebut batal dilaksanakan, setelah Ketua I MPW PP Banten Wahyudin Djahidi di dampingi anggota Kepolisian, menghimbau puluhan anggota PP yang berkumpul untuk bubar.

Massa berhasil dibubarkan dan pulang dengan melakukan konvoi.

Berdasarkan informasi yang beredar, ketegangan yang terjadi di depan markas PP Banten, dipicu oleh adanya tindakan persekusi terhadap dua orang anggota PP pada Jum’at sore di sekitar bekas Terminal Kepandean, sekira pukul 16.30 WIB.

Tidak terima, akhirnya anggota PP melaporkan kejadian itu ke Mako Polsek Serang.

Usai menerima laporan, anggota Kepolisian langsung bergerak dan berhasil mengamankan 15 orang yang diduga telah melakukan persekusi.

Hal tersebut nampaknya menyulut emosi dua pihak yang terlibat, hingga akhirnya puluhan anggota dari kedua massa bersiaga di beberapa titik.

Titik pertama yang dipenuhi ratusan anggota PP terpusat di kantor PP Banten, sementara titik kedua yang diduga dipenuhi oleh massa dari pihak lawan yang di informasikan akan melakukan penyerangan terpusat di stadion Maulana Yusuf, Ciceri.

Sejumlah massa dari anggota PP Tangerang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang juga ikut turun untuk menambah kekuatan.

Sebelumnya, dua anggota PP Banten, jadi korban pengeroyokan oleh belasan anggota LSM Pergerakan Pembela Aspirasi Masyarakat (PERPAM).

Hal tersebut bermula, saat dua anggota PP yang berprofesi sebagai debt collector mencoba melakukan penarikan terhadap motor yang dibawa oleh Jumroni.

Melihat ada sesuatu yang tidak beres, beberapa anggota LSM Perpam yang menyaksikan kejadian tersebut turun tangan membantu Jumroni agar motor miliknya tidak dibawa, karena hal tersebut dianggap sudah menyalahi aturan.

Namun dalam aksinya, belasan anggota LSM Perpam bertindak di luar batas dengan melakukan pengeroyokan kepada kedua debt collector yang ternyata merupakan anggota PP Banten.

Sekretaris Pemuda Pancasila Kota Serang, Dedi Yulfris menuturkan, kejadian bermula saat dua anggotanya yang bekerja sebagai debt collector di PT Bayu Gatra Perkasa, yakni Faiz dan Toni akan menarik kendaraan.

“Anggota kita dalam menarik kendaraan tidak pernah menggunakan kekerasan. Tapi cara mereka yang bikin kita gak terima. Anggota kita dipukulin, dikeroyok oleh 15 orang. Sampe mukanya ancur gitu,” terang Dedi.

Diakui Dedi, kedua anggotanya sudah mendapat perawatan medis di rumah sakit.

“Korban sempat dibawa ke rumah sakit, sudah di visum. Kita sudah lapor juga ke Polres. Dan kelima belas orang itu juga sudah ditahan,” ungkapnya.

Kendati sudah menyerahkan prosesnya ke pihak berwajib, dengan tegas Dedi mengatakan, pihaknya masih menunggu itikad baik dari pihak Perpam untuk datang langsung meminta maaf.

“Kita ingin Ketua nya langsung yang datang dan minta maaf. Kalau kita sih pengen damai. Karena damai itu indah,” tandasnya.

Pantauan di lapangan hingga pukul 00.00 WIB ratusan anggota Pemuda Pancasila masih berjaga di Kantornya yang terletak di jalan Ahmad Yani Kota Serang.

Mereka mendesak para pelaku pengeroyokan agar diproses hukum.

Sementara itu dari pihak Kepolisian sendiri, belum mau memberikan pernyataan terkait hal tersebut.

“Belum bisa saya, takut salah,” ucap Kasat Reskrim Indra Feradinata, saat ditemui di Mapolres Serang Kota.

One thought on “Dipicu Debt Collektor, Ormas di Serang Tegang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *