Bank Sampah 102 di Cibodasari Tangerang Sulap Sampah Jadi Produk Kreatif

oleh -123 Dilihat
Bank Sampah 102 di Cibodasari, Kota Tangerang, tak hanya mengelola sampah menjadi produk kreatif bernilai jual, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial untuk masyarakat.

BANTENNOW.COM, KOTA TANGERANG – Bank Sampah 102 yang berada di Jalan Jamlang II, RT 04/RW 15, Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, terus menunjukkan perannya dalam mengurangi volume sampah lingkungan melalui program daur ulang dan kegiatan sosial masyarakat.

Program yang telah berjalan hampir lima tahun itu tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung bagi warga sekitar.

Ketua Bank Sampah 102, Saifuddin mengatakan, kegiatan daur ulang di lokasi tersebut berjalan berkat dukungan para nasabah serta kerja sama dengan pelaku UMKM.

“Produk daur ulang bekerja sama dengan UMKM sehingga pemasarannya lebih luas,” ujarnya.

Berbagai jenis sampah yang dikumpulkan warga kemudian diolah menjadi barang bernilai guna dan memiliki nilai ekonomi. Mulai dari kardus, botol plastik hingga kresek bekas dimanfaatkan menjadi produk kreatif bernilai jual.

“Botol plastik bisa menjadi sapu, tutup botol jadi gantungan, sedangkan kresek plastik bisa menjadi mainan mewarnai untuk anak-anak,” kata Saifuddin.

Menurutnya, keuntungan dari pengelolaan sampah tidak hanya digunakan untuk operasional, tetapi juga diputar kembali untuk kegiatan sosial masyarakat, seperti rumah belajar gratis, santunan anak yatim hingga program Jumat Berkah.

“Kita tidak hanya mengumpulkan sampah, tetapi juga memberikan edukasi dan menjalankan kegiatan sosial. Keuntungan dari pengelolaan sampah diputar kembali agar manfaatnya bisa dirasakan warga,” jelasnya.

Keberadaan Bank Sampah 102 juga dinilai membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Warga yang sebelumnya kurang peduli terhadap kebersihan kini mulai terbiasa memilah sampah dan menjaga lingkungan tetap bersih serta sehat.

“Lingkungan sekarang jadi lebih bersih dan sehat. Anak-anak juga punya rumah belajar sehingga waktu luang mereka lebih bermanfaat,” tambah Saifuddin.

Salah satu nasabah Bank Sampah 102, Pipit mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia telah menjadi nasabah selama kurang lebih tiga tahun.

“Sangat terbantu sekali. Dulu sampah plastik biasanya langsung dibuang, sekarang botol-botol yang tidak terpakai bisa jadi cuan juga,” ujarnya.

Menurut Pipit, manfaat bank sampah dirasakan hampir seluruh warga karena sampah yang sebelumnya berserakan kini dapat dikelola dengan baik.

“Semua warga cukup terbantu. Sampah yang tadinya berserakan sekarang ditampung di Bank Sampah 102 dan hasilnya juga membantu kesejahteraan warga,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai peduli terhadap persoalan sampah dengan memilah sampah dari rumah dan memanfaatkannya melalui daur ulang.

“Persoalan sampah bukan untuk diwariskan kepada anak cucu kita. Kita bisa mulai memilah sampah dari rumah agar bisa didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya.(afa)

No More Posts Available.

No more pages to load.