“Kesehatannya diperiksa, diberikan makanan bergizi, diberikan pembekalan keterampilan macam-macam. Meskipun sekolahnya sebulan sekali, yang penting bisa bertemu silaturahmi, banyak belajar dan berbagi ilmu dengan sesama siswa, bapak ibu yang lainnya,” lanjutnya.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), bidan desa, serta tokoh agama dan masyarakat.
Kepada para peserta didik lansia, khususnya angkatan kedua, Wabup Intan memberikan motivasi untuk terus semangat dan bahagia dalam menjalani masa tua.
Bacaan Lainnya:
“Matuga namanya itu masa tua bahagia. Jadi ibu-ibu dan bapak-bapak harus terus bahagia, bukan tidak bisa berprestasi di usia lanjut, pasti bisa berprestasi apalagi program ini sudah terkenal sampai tingkat nasional,” tegasnya.
Ia berharap Sekolah Lansia Matuga bisa menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Tangerang.
“Saya sendiri sebagai kepala daerah pinginnya semua desa punya sekolah lansia kayak Desa Caringin,” ucapnya.





