Sebbet Babe Ridwan Hidupkan Rawa Belong sebagai Kampung Jawara dan Destinasi Wisata Pencak Silat

oleh -2309 Dilihat
oleh
Sebbet Babe Ridwan Hidupkan Rawa Belong sebagai Kampung Jawara dan Destinasi Wisata Pencak Silat

BANTENNOW.COM, JAKARTA — Ada puluhan sanggar silat yang kini sedang berjuang menghidupkan kembali Rawa Belong sebagai Kampung Jawara. Salah satunya Sanggar Seni Budaya Betawi Babe Ridwan atau Sebbet Babe Ridwan Rawa Belong yang didirkan 10 Juni 2020.

Sejak dulu memang banyak jawara yang lahir di Rawa Belong. Dua pendekar yang sangat melegenda adalah si Pitung dan si Ji’ih. Pada zamannya, mereka adalah jago-jago silat yang selalu membela rakyat kecil dan sempat membuat penjajah Belanda menjadi repot.

“Rawa Belong dikenal kampung Pitung dan Ji’ih. Di Rawa Belong memang banyak jawaranya. Salah satunya orang tua kami, Babe Ridwan,” kata Inung Nurjanah, saat ditemui bantennow.com, di sanggarnya, Jalan Madrasah II RT 005/02 No.28, Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (15/8/2020).

Menurut Inung, Sebbet Babe Ridwan Rawa Belong lebih fokus pada pencak silat tradisi aliran Cingkrik. Sebab aliran tersebut yang pernah diwariskan orang tuanya. Selain itu juga, silat Cingkrik memang sudah lama berkembang di Rawa Belong.

Ia yang juga Pendiri Sebbet Babe Ridwan Rawa Belong dan salah satu anak dari Babe Ridwan, menjelaskan ciri- silat Cingkrik terletak pada gerakan kaki yang lincah seperti melompat atau cingkrak. Namun power tidak begitu dipakai pada aliran silat ini, karena lebih kepada akal atau strategi dalam menghadapi lawan.

“Sebetulnya Baba (panggilan Babe Ridwan) lebih dikenal sebagai ustadz. Tapi beliau mengusai ilmu-ilmu silat Cingkrik dari Kong Hamdan (kakek samping kami). Setiap ada kawannya yang mau ribut, Baba selalu diminta menjadi penengahnya. Beliau juga salah satu sesepuh Rawa Belong,” paparnya.

Dijelaskannya, dulu Babe Ridwan sering melakukan silaturahmi di sekitaran Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). “Dulu, walaupun Baba sudah tua masih semangat mengayomi sanggar-sanggar atau para jawara di Jabodetabek,” tuturnya.

“Sekarang di Sebbet Babe Ridwan Rawa Belong yang belajar silat Cingkrik ada 15 remaja dan anak-anaknya lebih dari 25 orang. Mereka dilatih adik saya, Firdaus Ridwan dibantu abangnya, Ardiansyah. Kalau saya sebagai asisten pelatih sekaligus bendahara dan pembina saja,” imbuhnya.

Inung mengakui dirinya lahir dari keluarga jawara. Dulu, ketika anak-anak Babe Ridwan masih muda dilatih silat Cingkrik di rumahnya. “Almarhum Bapak dan Ibu saya memang bisa silat semua. Kami sebagai anak-anaknya diajarin dan dilatih di rumah. Pada 40 hari Baba meninggal, dinobatkan sebagai salah satu Tokoh Pelestari Budaya Betawi,” terangnya.

Ditanya mengapa dirinya ingin susah payah menghidupkan kembali Rawa Belong sebagai Kampung Jawara, menurut Inung pencak silat adalah warisan budaya tak benda yang sudah diakui dunia. “Kalau bukan kami sebagai anak dan cucu mereka, siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikannya,” ungkapnya.

Ia mengaku tanda-tanda Rawa Belong akan hidup kembali sebagai Kampung Jawara sudah mulai terlihat. Sebab saat ini sudah ada sekitar 20 lebih sanggar silat di Rawa Belong. “Hampir tiap gang atau jalan ada sanggar silat. Kebanyakan aliran Cingkrik. Namun ada juga aliran Gerak Rasa dan Gerak Saka, Beksi, dan lain-lain,” ungkapnya.

Menurutnya, setelah banyaknya sanggar di Rawa Belong, ia berharap Rawa Belong kelak menjadi destinasi budaya, khsusunya wisata pencak silat. “Ini sebenarnya yang ingin sekali kami wujudkan agar warisan budaya ini tetap lestari dari generasi ke generasi,” katanya. (bud)

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Banten Now merupakan portal online berita dan hiburan dibawah naungan PT INTAN PERMATA MEDIA yang berfokus pada pembaca Indonesia baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri. Berita www.bantennow.com diupdate selama 24 jam. www.bantennow.com memiliki beragam konten dari info komunitas, berita umum, politik, peristiwa, internasional, bisnis, lifestyle, olahraga/sports, otomotif, teknologi, dan lainnya. Para pembaca kami adalah profesional, karyawan kantor, pengusaha, politisi, pelajar, mahasiswa dan ibu rumah tangga.

No More Posts Available.

No more pages to load.