“Kegiatan ini merupakan kolaborasi pertama dengan Kemenko Infrastruktur Republik Indonesia, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, serta institusi pendidikan seperti IPB dan Swiss German University. Kami juga melibatkan komunitas pesisir dan dunia usaha melalui Agung Sedayu Group,” terang Ujang.
Menurutnya, keterlibatan swasta melalui CSR sangat penting, baik dalam pengolahan hasil tangkapan laut menjadi produk bernilai tambah, maupun pemanfaatan tanaman mangrove untuk kepentingan ekonomi.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memperbaiki kondisi lingkungan pesisir agar lebih baik. Dari situ kita ingin masyarakat juga merasakan manfaat ekonomi, baik dari hasil olahan ikan maupun dari inovasi pemanfaatan mangrove yang memiliki nilai ekonomi,” pungkasnya. (afa)





