“Saya ngelihatnya pas jatoh dari gorong-gorong ke aliran sungai. Jadi anaknya kan dua, yang satu misah, yang satu sama korban,” ungkap Herdi (35), warga Lingkungan Cigiceh Ujung, Kelurahan Kebon Dalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.
“Saya nolongin anaknya yang satu, nah satu lagi (dua-duanya) berhasil saya tolongin. Bisa ketolong dua anaknya pegangan kayu. Tapi bapaknya (Sukmawijaya) tidak ketolong,” sambungnya.
Sementara itu, Kasubsi Ops Basarnas Banten, Hairoe Amir mengatakan, dari hasil pencarian yang dilakukan terhadap korban sejak kemarin, pagi tadi sekira pukul 09.00 WIB telah membuahkan hasil.
Dengan menggunakan perahu karet, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI dan Polri, menyusuri aliran sungai yang bermuara ke laut Bojonegara, Kabupaten Serang, serta melakukan penyisiran melalui jalur darat.
“Mayat ditemukan pertama kali oleh salah seorang nelayan sekitar Bojonegara. Nelayan tersebut tak berani mengambil jenazah dan melapor ke tim SAR.
Setelah dievakuasi, lanjut Hairoe, jenazah dibawa ke rumah duka atas permintaan keluarga korban.





