“Peserta ada dari Jogja, Lampung, Jakarta, Bandung, Jawa Timur, Cirebon. Banyak dari luar Banten sendiri. Kalau Cirebon dan Serang juga banyak banget,” kata Petrus.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai wilayah turut memperluas promosi Kabupaten Tangerang sebagai lokasi penyelenggaraan event berkualitas.
“Pemain-pemain yang belum tahu lapangan sini akhirnya tahu,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Bacaan Lainnya:
Berbagai pelaku usaha, mulai dari penjual sangkar, pakan dan aksesori burung hingga pedagang kuliner, merasakan peningkatan transaksi selama kegiatan berlangsung.
“Orang yang belum pernah ke Kabupaten Tangerang akhirnya datang ke sini. UMKM-nya pun tetap berjalan. Ada jual sangkar, ada makanan, semuanya menurut saya luar biasa,” katanya.
Ramainya aktivitas perdagangan di sekitar lokasi menjadi bukti bahwa ajang berbasis komunitas mampu menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Yang terpenting UMKM tadi rame juga. Kalau UMKM jalan, otomatis roda perekonomian, khususnya Kabupaten Tangerang ini berjalan,” pungkas Petrus. (afa)






