Melda Warliani dari RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, Yos Akbar Irmansyah dari RSUD Kota Mataram NTB, Julian Aldwin dari RSUD Muaradua OKU Selatan Sumsel, Zainah Fitriah dari RSD Wisma Atlet Jakarta, dan Muhammad Abdulhamid dari PPDS Orthopaedi RSO Prof Soeharso yang saat ini juga sedang dirawat di RSD Wisma Atlet.
Mantan Ketua DPR RI ini menuturkan, salah satu tenaga dokter spesialis yang masih kekurangan saat pandemi Covid-19 adalah dokter spesialis paru. Jumlahnya di Indonesia hanya sekitar 1.107 dokter dari kebutuhan ideal sekitar 2.600 dokter.
“Tak ada salahnya kita belajar dari negara Kuba, walaupun bukan termasuk negara kaya raya, namun bisa melakukan investasi besar-besaran terhadap kesehatan dengan melahirkan banyak dokter spesialis dan tenaga kesehatan,” kata Bamsoet.
Ketua MPR ini memaparkan, data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) per 30 April 2020, jumlah dokter di Indonesia tercatat sekitar 186.105 orang, dengan rasio satu dokter melayani 1.400-an penduduk.





