Yakni, 11 unit handphone, dua unit kamera DSLR, empat lensa kameta, satu unit laptop, dan satu cincin berwarna silver.
Kepada penyidik, WH dan IS mengaku baru pertama kali melakukan tindak kriminal seperti ini.
“Dari pengakuannya kepada petugas, mereka baru kali ini melakukan tindak kriminal seperti ini dan sejenisnya,” ujar Deonijiu.
Menurut dia, WH dan IS sempat membuat lubang besar ditembok toko gadai tersebut yang menghubungkan dengan toko servis pompa.
“Para pelaku melancarkan aksinya terlebih dahulu membobol tembok pembatas antara ruang gudang toko gadai dengan toko servis pompa untuk memudahkan mereka masuk ke dalam toko gadai itu,” jelas Deonijiu, Sehingga kedua pelaku sudah hafal seluk-beluk lokasi yang dijadikan target mereka.
“Mereka melancarkan aksinya berdua bersama-sama, keluar masuk dari tembok yang sudah mereka bobol berdua juga,” sambung Deonijiu.
Keduanya pun berhasil diamankan berdasarkan rekaman kamera pengintai atau CCTV yang ada di toko gadai tersebut.






