“Panjangnya kurang lebih sekitar 1,5 KM, kita telah berkoordinasi dengan Bupati Tangerang dan masyarakat bahwa ruas jalan ini harus lebih prioritas,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan.
Jalan penghubung dua desa ini dinilai vital untuk mendukung konektivitas masyarakat sekaligus menunjang produktivitas sekitar 500 hektare sawah tadah hujan.
Program ini juga menjadi bagian dari kolaborasi Pemprov Banten dengan kabupaten/kota dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Bacaan Lainnya:
“Karena di sekitar sini terdapat kurang lebih 500 hektare sawah yang masih produktif. Namun, merupakan sawah tadah hujan, sehingga sangat memerlukan ketersediaan air,” jelas Andra Soni.
Selain pembangunan jalan, Pemprov Banten juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) terkait aspirasi masyarakat mengenai perbaikan irigasi.
Gubernur berharap masyarakat turut serta memantau pelaksanaan proyek agar kualitas sesuai spesifikasi dan bersama-sama menjaga fasilitas yang sudah dibangun.





