Upaya Penurunan Stunting, Arief Ajukan Edukasi Sejak Pra Nikah

by -39 Views
Penurunan Stunting
Wali Kota Arief R. Wismansyah saat menyampaikan tentang Penurunan Stunting dalam Rapat Koordinasi di Ruang Al-Amanah Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (31/8). (credit: humas pemkot tangerang)

BANTENNOW.COM, TANGERANG — Dalam upaya mengatasi masalah stunting di Kota Tangerang, Wali Kota Arief R. Wismansyah memberikan arahan kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam sebuah Rapat Koordinasi yang berlangsung di Ruang Al-Amanah Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (31/8).

Arief menyampaikan bahwa dalam kegiatan Dasawisma yang melibatkan berbagai pihak seperti kader, Puskesmas, Posyandu, kelurahan, dan Pemerintah Provinsi Banten, Pemkot Tangerang telah mengalami penurunan stunting paling besar di antara kabupaten/kota se-Provinsi Banten.

“Kemarin kegiatan Dasawisma yang dibantu para kader, Puskesmas, Posyandu, kelurahan, Pemerintah Provinsi Banten mengapresiasi Pemkot Tangerang karena penurunan stunting paling besar se-Provinsi Banten,” ungkap Arief.

Dengan semangat ini, Arief percaya bahwa target zero stunting di Kota Tangerang bukanlah hal yang tidak mungkin dicapai. “Jadi untuk target zero stunting di Kota Tangerang mudah-mudahan bukan hal yang mustahil untuk dilakukan,” imbuhnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi penurunan signifikan angka stunting di Kota Tangerang. Dari angka 15,3% pada tahun 2021, angka tersebut turun menjadi 11,8% pada tahun 2022, dan laporan terbaru menunjukkan penurunan lebih lanjut menjadi 8%.

“Laporan terakhir saya terima di Bulan Juli dari 11,8% turun lagi menjadi 8%. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh TPPS Stunting Kota Tangerang yang sudah membantu anak-anak Kota Tangerang menjadi lebih sehat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arief memberikan penghargaan kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Tangerang yang telah berkontribusi dalam menjadikan anak-anak Kota Tangerang lebih sehat.

Arief juga memberikan pandangan tentang langkah-langkah antisipatif yang dapat diambil untuk terus menurunkan angka stunting. Salah satunya adalah memberikan wawasan kepada pasangan calon pengantin (pra-nikah), bukan hanya melalui KUA (Kantor Urusan Agama), tetapi juga melibatkan pihak-pihak seperti RT/RW untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Antisipasinya mulai dari pra nikah, sudah harus diberikan wawasan, bukan hanya tugas KUA tapi semua pihak termasuk RT/RW harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat kita,” jabar Arief.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Jatmiko, juga menjelaskan informasi tentang upaya yang telah dilakukan oleh Pemkot Tangerang dalam mengatasi stunting. Tim Pendamping Keluarga telah dibentuk, melibatkan 754 tim yang terdiri dari Kader PKK, Tenaga Kesehatan, dan Kader Penggerak Masyarakat.

Tujuannya adalah mengoptimalkan upaya penanganan stunting dengan melibatkan berbagai pihak. Jatmiko juga menekankan pentingnya pemantauan dan pendataan yang spesifik untuk memperkuat upaya pencegahan berdasarkan data yang akurat di lapangan.

“Diharapkan seluruh TPPS dapat memberikan pelayanan pendampingan yang baik dan menghasilkan pemantauan dan pendataan yang spesifik, sehingga memiliki kekuatan data dan upaya pencegahan yang eksplisit berdasarkan data ril di lapangan,” ujar Jatmiko. (tw)

No More Posts Available.

No more pages to load.