Pesan Walikota Arief: Kota Sehat Bukan Hanya Soal Juara, Tapi Lebih ke Membudayakan Hidup Sehat

by -39 Views
Tim Verifikasi Kabupaten Kota Sehat
Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah menyambut tim verifikasi Kabupaten Kota Sehat (KKS) di Ruang Akhlakul Karimah Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (31/8/23). (credit: humas pemkot tangerang)

BANTENNOW.COM, TANGERANG — Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, bersama Ketua Forum Kota Tangerang Sehat (FKTS), Hj. Siti Rochayah, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, menerima Tim Verifikasi Kabupaten Kota Sehat (KKS) di Ruang Akhlakul Karimah Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (31/8/23).

Arief dengan tegas menyampaikan bahwa inisiatif Kabupaten/Kota Sehat jauh melebihi ajang perlombaan biasa yang sekadar berfokus pada angka-angka dan target pencapaian. Ini tentang tekad yang mendalam untuk mewujudkan perubahan berkelanjutan, dengan tujuan besar membangun sebuah kota yang sehat melalui pengenalan budaya pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Tujuan besar kita yaitu adanya proses perbaikan yang dijalankan secara berkesinambungan dalam upaya mewujudkan kota yang sehat melalui budaya pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Arief.

Arief tak hanya membagikan visi besarnya, tetapi juga memaparkan upaya nyata yang telah dilakukan dalam mengakarkan pola hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat Kota Tangerang. Salah satu poin penting adalah Program Universal Health Coverage (UHC), sebuah program yang memberikan jaminan kesehatan kepada semua penduduk.

Dengan penuh rasa syukur, Arief menyebut bahwa persentase penerimaan Program UHC di Kota Tangerang melebihi 99,8%, sebuah angka yang tak hanya mengesankan tetapi juga menjadikan Kota Tangerang sebagai yang tertinggi di Provinsi Banten.

“Alhamdulillah, di Kota Tangerang Program UHC-nya di atas 99,8 % termasuk yang tertinggi se-Provinsi Banten. Fasilitas ambulans kita berikan gratis ada 16 unit ambulans, mobil jenazah gratis ada 8 unit. Selain itu, kita sudah lakukan bedah rumah untuk yang tidak layak huni, tahun ini sudah hampir 8.000 unit bedah rumah yang sudah kita lakukan untuk masyarakat agar tetap nyaman dan sehat,” papar Arief.

Keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat juga tercermin dalam fasilitas-fasilitas seperti ambulans dan mobil jenazah yang disediakan secara gratis. Tidak hanya itu, program bedah rumah telah dijalankan untuk merenovasi hunian-hunian yang tak layak huni. Lebih dari 8.000 unit rumah telah diremajakan tahun ini, mengilhami kenyamanan dan kesejahteraan bagi warga kota.

Tak hanya Arief, Ketua Tim Verifikasi Kabupaten Kota Sehat, Sofyan Afendi, juga memberikan pandangannya tentang proses penilaian. Tahapan kunjungan lapangan menjadi momen penilaian puncak, di mana bukan sekadar dokumen-dokumen yang diperiksa, melainkan kondisi riil di lapangan. Dengan penuh harapan, Sofyan berharap agar kerja sama semua pihak akan menjadikan verifikasi KKS ini berjalan dengan sukses.

“Jadi, saat ini kami tidak lagi melihat dokumen-dokumen, tapi kita langsung melihat ke lapangan, mudah-mudahan dengan kerja sama semua pihak, kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar,” terang Sofyan.

Penghargaan Kota Sehat, yang merupakan prestasi yang sangat diinginkan, diberikan kepada Kabupaten/Kota yang memenuhi kriteria kesehatan dalam sembilan sektor yang beragam.

Mulai dari kehidupan masyarakat yang sehat, infrastruktur permukiman, pendidikan, pasar, pariwisata, transportasi, hingga perlindungan sosial dan penanganan bencana. Dalam setiap sektor ini, Kota Tangerang tak hanya berbicara, tetapi juga beraksi. (tw)

No More Posts Available.

No more pages to load.