Motor Diambil Paksa, Wartawan Ambil Langkah Lapor Polisi

oleh -189 Dilihat
oleh
oknum debt collector

BANTENNOW.COM, TANGERANG — Baru-baru ini, ada penampilan misterius sekelompok individu yang mengklaim sebagai “debt collector” guna menagih tunggakan kredit. Namun, PT Federal International Finance (FIF) membantah bahwa keenam orang ini adalah bagian dari karyawan atau mitra perusahaan.

Ganjar Wijaya, Kepala Komunikasi Perusahaan PT FIF, menjelaskan bahwa keenam orang tersebut tidak terdaftar sebagai karyawan perusahaan atau sebagai bagian dari mitra resmi PT FIF.

Bahkan, setelah pengecekan di FIF Cabang Cikupa Tangerang dan PT Pancor Mas, tidak ada catatan mengenai keenam individu tersebut.

“Kita cek di FIF Cabang Cikupa Tangerang, ternyata enam orang itu bukan karyawan kami. Terus kami cek di PT Pancor Mas sebagai mitra juga tidak ada data mereka. Itu bisa dikatakan debt colector liar,” jelasnya, Senin (30/10).

Menariknya, PT FIF telah menjaga kerahasiaan data konsumennya dengan cermat, sehingga muncul pertanyaan besar dari mana keenam individu ini mendapatkan informasi tentang para konsumen PT FIF. Perusahaan sedang menyelidiki asal muasal data yang digunakan oleh mereka.

“Kami juga sedang selidiki ini mereka dapat data dari mana. Banyak memang kejadian tersebut, ini lagi kami selidiki,” jelasnya.

Ganjar Wijaya mengingatkan bahwa debt collector yang sah harus memiliki surat tugas dan kartu identitas saat menagih tunggakan. Namun, konsumen yang menunggak selama kurang dari tiga bulan akan ditagih oleh karyawan PT FIF. Jika konsumen memiliki tunggakan lebih dari tiga bulan, penagihan dilakukan oleh mitra perusahaan.

“Untuk di Tangerang itu mitra resmi kami dari PT Pancor Mas, kami cek ke sana ternyata tidak ada datanya. Itu mencatut, kami akan ambil upaya hukum. Kalau data atas nama Sangki Wahyudin dan Ai Ratna bersih dari tunggakan dan motor yang kemarin itu sudah lunas,” pungkasnya.

Menghadapi situasi ini, PT FIF berencana untuk mengambil tindakan hukum yang diperlukan terkait dengan insiden ini, yang dapat dianggap sebagai penyalahgunaan.

Selain itu, PT FIF mencatat bahwa nama-nama Sangki Wahyudin dan Ai Ratna, yang terlibat dalam insiden tersebut, tidak memiliki tunggakan, dan sepeda motor yang mereka miliki sudah lunas.

Sangki Wahyudin, salah satu korban insiden, menceritakan bagaimana dia dan istrinya, yang sudah melunasi pembayaran motornya, menjadi sasaran oknum debt collector. Mereka dipaksa membuka jok motor setelah diancam oleh sekelompok orang yang mengklaim sebagai DC.

“Karena saya dan istri tetap mempertahankan motor dan sudah lunas. Mereka menghubungi temannya, datang empat orang,” jelasnya.

“Mereka memegangi stang motor dan meminta dibuka jok. Saya sama istri, ada risiko bila menghadapi enam orang, saya dipaksa buka jok motor. Akhirnya kami laporkan ke polisi,” tambahnya.

Editor: Sudarajat

No More Posts Available.

No more pages to load.