Salah satu fokus utama adalah pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dengan melibatkan aktif partisipasi masyarakat, pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan, dimulai dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan sekolah.
“Kita harus kolaborasi, dengan mengedepankan prinsip pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” ucapnya.
Dr. Nurdin juga menyoroti berbagai metode pengelolaan sampah yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kota Tangerang, seperti pemeliharaan maggot, bank sampah, sedekah sampah, dan lainnya. Hasil dari pengelolaan tersebut didistribusikan kembali kepada masyarakat serta mendukung program sekolah adiwiyata dalam pembuatan pupuk.
“Pemkot terus meningkatkan pengelolaan sampah dengan mendorong pengelolaan sampah melalui berbagai metode, seperti pemeliharaan maggot, bank sampah, sedekah sampah, dan lainnya. Hasilnya didistribusikan kepada masyarakat serta membantu sekolah adiwiyata dalam pembuatan pupuk,” jelas Dr. Nurdin.






