,

Wakil Walikota Serang Segel Tempat Hiburan, Komisi II : Pencitraan Bukan?

by -121 views
wakil walikota serang
Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin

SERANG, (BN) – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, kembali razia tempat hiburan malam. Dua tempat hiburan malam yang kedapatan menjual miras dan melebihi waktu operasional, disegel.

Namun, agenda yang dipimpin oleh Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin dengan Satpol PP itu, dianggap pencitraan.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada Perda yang mengatur soal penertiban tempat hiburan malam di Kota Serang.

“Wakil Walikota Serang ini bukan orang sembarangan bahkan beliau pernah menjadi Ketua DPRD Kota Serang yang memegang palu menetapkan aturan. Jika menginginkan tempat hiburan malam bersih, aturannya dulu yang ditegakan,” ucap Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, Pujianto, Kamis (12/12/2019).

Menurutnya, tindakan yang dilakukan pihak berwenang seharusnya memiliki dasar hukum, dan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda).

“Kan ada Satpol PP dalam penegakan Perda itu. Yang benar itu aturannya dulu, kenapa waktu jadi pimpinan belum diproses Perda PUK,” jelasnya melalui sambungan telepon.

Jika pemerintah ingin benar-benar menertibkan keberadaan tempat hiburan malam, lanjut Pujiyanto, harusnya sudah dilakukan sejak dari dulu.

Akan tetapi, sambungnya, pemerintah harus memberikan sebuah solusi untuk masyarakat yang bekerja ditempat hiburan malam agar begitu disegel, para pekerja di tempat hiburan malam tidak menganggur.

“Siapa sih yang mau bekerja sebagai PSK, kalau dia memang ada pekerjaan yang layak. Makanya pemerintah harus memberikan sebuah solusi, jangan sekedar menggebrak meja,” sindirnya.

Meski demikian, secara pribadi dirinya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam penertiban tempat hiburan malam.

“Tapi mohon maaf, kalau beliau ini ingin benar-benar membersihkan tempat hiburan malam, aturannya dulu yang dimunculkan. Jangan sampai aturan ini menggantung, kalau bukan pencitraan ini apa namanya,” timpalnya.

Jadi sebaiknya, kata Pujiyanto, selesaikan dulu Perda yang mengatur tempat hiburan, jika berkeinginan menutup tempat hiburan malam.

“Jika dasarnya cuma karena tidak berijin, harusnya di sikat semuanya dan segel semuanya. Jangan sampai tebang pilih,” katanya sambil kembali mengucap kalau bukan pencitraan itu apa.

Dirinya berpesan kepada Pemkot Serang sebaiknya mulai membuat program yang mampu membentengi keimanan warga Kota Serang, sehingga ada ataupun tidak tempat hiburan malam, moral masyarakat di Kota Serang tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.