UAS Dilaporkan, MUI Kota Serang Imbau Umat Islam Tidak Mudah Terpancing

by -321 views

SERANG, (BN) – Penceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) kembali menjadi sorotan publik setelah videonya beredar di Media Sosial (Sosmed). Kejadianya, sendiri sebenarnya sudah lama, terjadi.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang Amas Tajuddin, menghimbau kepada semua pihak untuk bersabar dan tidak terpancing emosi serta tetap menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Terkait statemen itu, semua pihak harus melihat penegakan hukumnya, apakah pernyataan itu termasuk ke dalam kategori ujaran kebencian atau penghinaan terhadap ajaran suatu agama lain,” katanya kepada media, Rabu (21/8/2019).

“Saya kira ini memerlukan kajian hukum yang sangat mendalam. Pada prinsipnya kami menyatakan semua harus bersikap dewasa dan mampu mengetengahkan manfaat yang lebih besar dari apapun yang terjadi,” tambahnya.

Menurutnya, ceramah Ustad Abdul Somad itu tidak bermaksud untuk menghina salah satu agama di Indonesia.

“Karena siapa tahu di dalam itu semua ada satu manfaat untuk menjaga kerukunan. Saya menyakini atas ceramahnya itu tidak ada tujuan untuk menghina agama lain,” ungkapnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, MUI Kota Serang mengajak dan menjaga kerukunan umat beragama.

“Tentu akan melakukan upaya pencegahan dini kepada setiap potensi yang mungkin akan menimbulkan kerawanan akibat dari pernyataan pernyataan ustadz Abdul Somad tersebut,” paparnya.

Ia juga mengatakan, semua umat beragama jangan mudah terpancing.

“Karena kita kompak, itu semua kita kesampingkan tujuan kita semua adalah menciptakan negara ini damai sejuk dan dapat bersahaja serta harmoni antar semua bangsa,” ajaknya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada pemerintah Kota Serang untuk terus berkonsolidasi bersama-sama mempersatukan umat yang sedemikian ramainya terutama pada saat pilpres kemarin

“Kerukunan umat beragama di kota Serang sangat bagus sangat kondusif tetapi bagus dan kondusif belum menjamin ada atau munculnya gerakan gangguan,” katanya.

“Oleh karena itu kita harus tetap melakukan pembinaan pengelolaan secara baik dan itu harus ada pelibatan seluruh komponen masyarakat terutama ulama dan umara,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin menuturkan, untuk menyatukan umat setelah Pilpres ini akan mengadakan pengajian rutin dengan MUI untuk mempersatukan umat di Kota Serang.

“Harapannya dengan adanya pengajian nantinya bisa menyatukan masyarakat terutama ulama dan umaro sehingga tidak terjadi lagi perbedaan-perbedaan pendapat,” tutupnya.

Abdul Somad sendiri sudah mengomentari soal video yang dinilai beberapa orang menyinggung umat Kristen.

Atas ceramahnya itu, Ustadz tersebut telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Komunitas Horas Bangso Batak.

Di tempat lain, Ustadz juga telah di laporkan Brigade Meo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Kepolisian Daerah NTT dan laporan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia ke Bareskrim Mabes Polri.

Sebelumnya, UAS sudah mencoba mengklarifikasi soal ceramahnya tiga tahun lalu.

Menurut dirinya, ceramah yang direkam dalam video tersebut bersifat tertutup, untuk internal umat muslim saja.

Selain itu dia juga menyatakan bahwa konteks ucapannya tersebut adalah menjawab pertanyaan salah satu jamaah yang hadir di Majlis tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.