Tinjau Rumah Isolasi, Bupati Serang Ingin Pemudik Terkendali

by -133 views

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meninjau Rumah Isolasi Mandiri di Desa Ciomas, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (6/5/20).

Keberadaan Rumah Isolasi Mandiri dimaksudkan untuk mengendalikan para pemudik dari luar daerah yang akan pulang ke wilayah Kabupaten Serang, sebagai tempat karantina sebelum para pemudik pulang ke rumah, dalam rangka menangani penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Untuk itu, Tatu mendorong semua Desa di Kabupaten Serang, agar memiliki Rumah Isolasi Mandiri untuk mengendalikan para pemudik.

“Kasihan juga jika pemudik kita tolak. Sementara mereka sudah tidak punya pekerjaan, kontrakan juga sudah tidak bisa bayar. Jika diketahui mudik, kita harus memastikan mereka aman bagi lingkungan sekitarnya,” kata Tatu, Kamis (7/5/2020).

Menurutnya, pemerintah desa bisa menginventarisasi warganya yang bekerja di luar kota, termasuk dari daerah zona merah penularan Covid-19.

“Kepala desa harus punya datanya. Kemudian menyiapkan kebutuhan rumah isolasi mandiri,” ujarnya.

Tatu menegaskan, pemudik harus dikendalikan. Sebab, saat ini ada fenomena orang tanpa gejala (OTG) dari daerah zona merah, yang bisa menjadi perantara penularan Covid-19.

“Mereka yang mudik atau pulang kampung, harus melakukan isolasi mandiri, minimal 14 hari dengan pemantauan relawan desa dan puskesmas,” ujarnya.

Berdasarkan data, di Kabupaten Serang saat ini di 324 desa sudah terbentuk Relawan Desa dengan jumlah personel sebanyak 10.160 orang.

Kemudian, lanjut Tatu, sejuah ini sudah ada sekitar 140 Pos Tim Desa dan 23 Rumah Isolasi Mandiri, yang semuanya mengacu pada Surat Edaran Mendes PDTT Nomor 8 tahun 2020 tentang Desa Tanggap COVID-19 dan Permendes Nomor 11/2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa.

“Untuk Desa Ciomas, Kecamatan Padarincang ini alhamdulillah sudah terbentuk. Saya memerintahkan kepada semua desa jika tidak ada tempat tinggal untuk rumah isolasi mandiri, desa bisa menggunakan gedung sekolah atau fasiltas umum,” ujar Tatu.

Sementara itu, Rumah Isolasi Mandiri di Desa Ciomas ternilai nyaman, dan erada di lingkungan sejuk dengan latar belakang persawahan.

Disana tersedia dua kamar tidur, dapur, dan area pemancingan.

“Rumah Isolasi ini untuk penanggulangan korban covid-19. Memang belum terisi, tetapi kami lakukan antisipasi,” ujar Kepala Desa Ciomas, Yani Mulyani.

Menurut Yani, banyak warganya yang bekerja di zona merah, seperti Jakarta, Tangerang dan Bekasi.

Untuk yang diketahui mudik, lanjut Yani, diwajibkan lapor ke Relawan Desa Ciomas dan nantinya akan dilakukan pemeriksaan oleh pihak puskesmas.

“Alhamdulilah sampai saat ini yang diketahui mudik sudah melakukan isolasi, dan semua tidak ada yang terpapar secara positif. Semua ke depan jangan sampai ada yang positif covid-19,”ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.