TBM Berbinar Cilegon Berikan Tips Membaca Nyaring

by -176 views

CILEGON, (BN) – TBM Berbinar yang berada di Metro Cilegon, Cluster Grand Cendana, kembali mengadakan kegiatan rutin untuk masyarakat terutama anak-anak, dengan agenda ‘Membaca Nyaring’ dan ‘Membuat Kreasi Kuda’ bersama Kak Iqtifa, seorang praktisi pendidikan yang fokus pada sastra anak dan Kak Urfa, seorang praktisi desain cerita anak.

Dalam acara tersebut, selain anak-anak, para ibu juga terlihat antusias menyimak cerita dan semangat membuat kreasi kuda sesuai dengan tokoh dalam cerita yang disampaikan.

“Acara diadakan kemarin. Selain membaca dan membuat kreasi, masyarakat juga dapat meminjam buku di TBM. Tak kalah dengan anak-anak, para ibupun ikut meminjam buku dari TBM. Mereka tetap menyempatkan membaca buku disela-sela kegiatannya sehari-hari yang padat,” ungkap Dwi Widyaningrum selaku pengelola TBM Berbinar Cilegon, Senin (3/2/20).

Kepada Bantensatu.co dirinya menyampaikan, pihaknya berencana untuk membentuk kelompok membaca dan menulis cerita untuk anak-anak, yang diharapkan suatu saat mampu melahirkan karya dari anak yang mengikuti kegiatan di TBM Berbinar Cilegon.

“Semoga saja kegiatan ini dapat berkesinambungan dan variatif. Disamping itu besar harapan kami atas dukungan dan partisipasi dari masyarakat dan para relawan yang bersedia terlibat langsung dalam kegiatan literasi di TBM ini,” jelasnya.

Dirinya juga menyampaikan mengenai perbedaan antara membaca nyaring dan mendongeng.

“Mendongeng dan membaca nyaring adalah aktivitas yang sangat disarankan para ahli untuk orang tua dengan anak-anak. Mendongeng biasanya tidak menggunakan buku, terkadang dengan alat peraga lain semisal boneka atau bahkanntanpa alat peraga. Sedangkan membaca nyaring itu memakai buku. Pembaca akan menampilkan buku yg dibaca kepada anak-anak,” paparnya.

Menurutnya, anak mendapatkan dua pengetahuan ketika orang tua membacakan cerita padanya, berupa huruf dan bunyi.

“Bercerita pada anak adalah cara mengembangkan kemampuan otaknya yang sedang berkembang, yakni lewat rangsangan berupa kata-kata. Proses ini juga dapat membangun ketertarikan anak pada buku. Ketika melihat dia dan orang tua bisa bersenang-senang dengan buku, anak lama-kelamaan akan gemar membaca setelah memahami banyak kosa kata,” ujarnya.

Sehingga dirinya menyimpulkan, membaca nyaring adalah kegiatan membaca dengan menyuarakan tulisan dengan suara yang cukup terdengar, yang dibacanya dengan ucapan dan intonasi yang tepat (penekanan, alunan, karakter suara) agar pendengar dan pembaca dapat menangkap dan memahami informasi atau cerita yang disampaikan oleh penulis dalam buku yang dibacakan.

Ia juga menyarankan, bahwa dalam membaca nyaring, diupayakan agar orang tua atau yang membacakan dapat menyampaikan cerita dengan ekapresi dan intonasi suara yang bervariasi agar tidak terasa membosankan oleh pendengar.

“Sebagai contoh adalah ekspresi sedih atau senang yang juga ditampakan oleh pembaca nyaring. Atau penggunaan suara yang berbeda-beda sesuai dengan tokoh ataubkarakter yang ada dalam suatu cerita,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.