Tak Punya Uang Bayar Persalinan, Suami Niat Jual Ginjal

by -58 views

SERANG, (BN) – Herianto, seorang pria kelahiran Lombok 1987, nekat hendak menjual ginjalnya.

Hal tersebut dilakukannya, lantaran dirinya tidak mampu membayar biaya Administrasi Rumah Sakit (RS) Fatimah sebesar Rp.13.500.000,-.

Rencana Herianto diketahui, setelah dirinya memposting foto sang istri yang tengah di rawat di RS Fatimah ke media sosial.

Dalam postingannya tersebut, Herianto menulis ingin menjual ginjal demi kesembuhan istrinya.

“Saya buntu, panik lihat istri saya nangis terus tidak ada solusi lain. Sudah nyari pinjaman kesana kemari hasilnya nihil. Lalu saya cuma punya ide memposting foto istri dan anak lewat Facebook, dengan harapan ada yang bisa bantu,” katanya saat ditemui di RS Fatimah, Jalan Raya Legok, Senin (14/10/2019).

Sementara itu, Istri Herianto, Hamidah mengaku, tidak mengetahui terkait foto dirinya yang viral di medsos.

Setelah mengetahui upaya dari suaminya, Hamidah hanya bisa menangis saat dikonfirmasi.

“Saya gak tau mas, suami saya sangat peduli,” katanya sambil bercucuran air mata.

Mengetahui hal tersebut, anggota DPRD Kota Serang Komisi II dari Partai PAN, Ari Winanto meninjau langsung ke lokasi RS Fatimah.

Ia mengungkapkan, dirinya tak bisa tidur setelah mengetahui informasi tersebut, dan langsung mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut apakah Hoax atau tidak.

“Semalam saya tidak bisa tidur saat membaca pesan tersebut di group WA, langsung saya mengkonfirmasi kebenarannya takutnya ini berita Hoax, kan lagi musim,” jelasnya.

Setibanya di RS Fatimah pada pukul 07.000 WIB, Ari Winanto bertemu langsung dengan pihak Rumah Sakit dan diantarkan ke ruangan pasien tersebut.

Ia berbincang-bincang dengan Hamidah (pasien), dan ternyata betul bahwa pasien tersebut ada.

Diketahui, Hamidah baru saja melahirkan putranya yang kedua melalui sesar dan karena keterbatasan faktor ekonomi, dia dan suaminya tidak mampu membayar biaya administrasi.

“Betul ia habis lahiran, dengan cara sesar dan ia tidak mampu membayar administrasi,” jelasnya.

Ari menyayangkan tindakan nekad suaminya, karena di khawatirkan bisa menimbulkan kegaduhan.

“Saya berfikir, sangat disayangkan dengan tindakan suaminya. Ini bisa menciptakan kegaduhan dan orang lain akan berfikir negatif pada pemerintah dan rumah sakit,” tegasnya.

Ari juga berharap, kepada publik, sebagai bahan pembelajaran, agar segala sesuatu harus dipikirkan dengan matang sebelum semuanya di unggah ke media sosial.

“Saya berharap pada publik ini, sebagai pembelajaran buat kita semua, setiap tindakan harus dipikirkan dengan baik. Terkait apapun, kalau bisa jangan diunggah di media sosial,” tukasnya.

Diketahui, untuk saat ini Pemerintah Kota Serang sudah berkomunikasi dengan pihak RS Fatimah, dan pihak RS Fatimah sedang melaksanakan Rapat internal untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Herianto dan Hamidan diketahui merupakan warga Kampung Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang yang tinggal di sebuah rumah kontrakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *