Syafrudin: Kesadaran Masyarakat Terhadap Lingkungan Masih Kurang

by -108 views

SERANG, (BN) – Kesadaran masyarakat Kota Serang terhadap lingkungan yang bersih, masih di bawah 60 persen di bandingkan dengan pelaku pendorong atau pendukung. Akibatnya membuat lingkungan di beberapa wilayah Kota Serang, masih terlihat kumuh dan tidak bersih.

Hal tersebut dikatakan Walikota Serang, Syafrudin kepada wartawan, usai menghadiri kegiatan pembinaan Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat (P2WKSS) Kota Serang Tahun 2019, di sebuah hotel Kota Serang, Senin (30/9/2019).

“Kesadaran masyarakat Kota Serang terhadap lingkungan ini masih Fifty Fifty. Artinya masih separuh-separuh, ada yang sudah sadar, ada juga yang belum sadar terhadap lingkungan,” katanya.

Dikatakan Syafrudin bahwa, peran masyarakat terhadap lingkungan ini sangat penting. Sekalipun orang kaya, kata Syafrudin, jika dirinya tidak sadar dengan lingkungan yang bersih, maka akan terjadi lingkungan yang kumuh.

“Kalau saya lihat malah masyarakat miskin ini yang lebih rapih hidupnya. Karena masyarakat miskin ini kesadarannya lebih tinggi di bandingkan dengan orang kaya,” jelasnya.

Sementara, lanjut Syafrudin, yang menjadi penilaian dari adanya pembinaan P2WKSS Kota Serang terkait kekumuhan, kemudian, Sumber Daya Manusia (SDM) dan Infrastruktur juga termasuk didalamnya.

“Jadi dalam kegiatan ini, kita undang RT, RW, Tokoh Masyarakat, Para kader lurah dan Camat. Artinya untuk bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya masyarakat tidak BAK sembarangan, dan masyarakat harus punya MCK,” jelasnya.

Syafrudin mengakui, pusat kekumuhan berada di lingkungan Kecamatan Kasemen, tepatnya di Kelurahan Bendung.

“Karena kelurahan bendung ini masih terdapat kekumuhan. Masyarakat bendung juga masih ada BAK di sawah, kemudian BAK di kali, kemudian juga masyarakatnya tidak punya MCK,” tuturnya.

Saat disinggung terkait banyaknya titik kekumuhan di Kota Serang, Syafrudin klaim bahwa kekumuhan di Kota Serang hanya ada 200 titik.

“Saya kira kekumuhan di Kota Serang ini hanya ada 200 titik. Kekumuhan ini juga sedang kita targetkan Tahun 2020, saya berharap dalam 4 tahun ke depan kekumuhan sudah 90 persen diatasi,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Iqbal menambahkan, indikator kesehatan itu salah satunya pemberdayaan masyarakat, dengan melalui kegiatan P2WKSS bisa menyadarkan masyarakat dengan lingkungan.

“Melalui kegiatan P2WKSS ini, saya akan merubah meansetnya masyarakat supaya menjadi tanggung jawab semua tidak hanya Pemerintah tapi masyarakatnya juga,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.