Somasi Tak Ditanggapi, ATN Tempuh Jalur Hukum Usut Fitnah

by -56 views

SERANG, (BN) – Setelah beberapa waktu lalu melayangkan somasi terhadap dua koordinator demo yang menuding Ahmad Taufik Nuriman (ATN) melakukan korupsi, Senin (6/1/20), didampingi kuasa hukumnya Didi Sumardi, ATN akhirnya melaporkan hal tersebut ke Polda Banten.

Menurut ATN, demo yang menuding dirinya telah melakukan korupsi merupakan demo bayaran yang bermaksud menjatuhkan dirinya, dan merupakan serangan politik terhadap putranya Eki Baihaki yang akan mencalonkan diri sebagai Bupati Serang.

ATN mengaku heran, dengan tudingan dari Forum Penyelamat Kabupaten Serang (FPKS) yang melakukan aksi di depan Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, pada Desember 2019 yang lalu.

“Kalau aksinya di kejari betul arahnya. Nah, ini di Pemkab Serang. Makanya saya menduga ini adalah aksi bayaran, dan karena memang lagi masa tahun politik,” jelasnya.

Menurutnya, jika memang benar dirinya bersalah (korupsi), pihaknya siap mempertanggungjawabkan hal tersebut, dengan syarat menyertakan bukti tuduhannya, dan mendorong agar kasus tersebut di usut secara tuntas.

Tetapi, sambungnya, jika tak terbukti, baiknya FPKS meminta maaf, dan jangan malah memperkeruh suasana.

“Saya sudah mencoba jalur silaturahmi dengan melayangkan somasi. Tapi ternyata tidak ada itikad baik, ya mau tidak mau kita bawa ini melalui jalur hukum. Kalau mereka punya cukup bukti, kenapa sampai saat ini mereka tidak berani menemui saya. Aturan mah, kalau perlu aksi di depan rumah saya, daerah Ciracas. Lah kok ini demonya malah di Pendopo,” ujarnya heran.

Di akhir pembicaraan, Ahmad Taufik Nuriman meminta, kepada pihak kepolisian, agar dapat mengusut tuntas atas fitnah yang dilayangkan dan pencemaran terhadap nama baiknya.

“Agar publik mengetahui, siapa dalang di balik aksi tersebut. Intinya, saya menduga adalah aksi bayaran,” tandasnya.

ATN menyebutkan, bahwa apa yang dituduhkan FPKS tidaklah benar.

Karena, selama memimpin Pemkab Serang, dirinya tidak pernah ikut campur apalagi sampai melakukan intimidasi terhadap aktifitas yang dilakukan oleh PT Serang Berkah Mandiri (SBM) sebagai BUMD dan PT LKM (Lembaga Keuangan Mikro) Kecamatan Ciomas.

Sementara itu, kuasa hukum ATN Didi Sumardi menyampaikan, bahwa kliennya (ATN) intinya keberatan dan merasa dirugikan dengan tudingan FPKS yang menyebut namanya sebagai aktor intelektual korupsi di PT SBM.

“Bukan hanya nama tapi dengan jelas saat menggelar demo, FPKS membentangkan spanduk dengan wajah ATN yang bertuliskan Wanted. Ini jelas merupakan fitnah dan ada upaya terselubung dalam rangka serangan politik terhadap putra ATN, yakni Eki Baihaki. Untuk itu hari ini kami melaporkan RS dan EE sebagai koordinator, dan mendorong pihak kepolisian agar bisa menyelidiki hal ini sampai ke akar-akarnya. Barang bukti berupa spanduk juga sudah kami serahkan, yang didapat dari masyarakat yang respek kepada kami,” jelasnya.

Sementara itu, Eki Baehaki, putra ATN, menyatakan bahwa sepenuhnya laporan tersebut di serahkan kepada pihak kepolisian, dan berharap kepolisian dapat memproses hal tersebut secara independen dan profesional.

“Mudah-mudahan saja, kasus pencemaran nama baik ayahanda dapat terselesaikan. Dan menjadi sebuah pembelajaran kedepan, agar tak terulang,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *