Sampah di Pasar Rau Masih Semrawut, Walikota Ajak Sadar Lingkungan

by -85 views

SERANG (BN) – Persoalan sampah yang berserakan di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang masih menjadi permasalahan untuk diselesaikan. Imbas banyaknya sampah, dinilai memberi kesan kumuh terhadap kondisi pasar.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, Pemkot Serang berupaya untuk merelokasi PKL. Namun, upaya penertiban tersebut, mendapatkan penolakan dari beberapa pihak termasuk Ormas dan PKL.

Tak mau kehilangan akal, setelah sempat ditolak pedagang, Walikota Serang Syafrudin, turun tangan melakukan mediasi, dengan menggelar kegiatan Jum’at Bersih di kawasan Pasar Induk Rau (PIR).

Bahkan, Syafrudin mengakui kondisi permasalahan sampah di PIR terlihat masih berserakan dan terkesan tidak mengindahkan pasar.

Dikatakan Syafrudin, para pedagang yang berada di dalam maupun di luar, harus memiliki rasa sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

“Demi mewujudkan Kota Serang yang bersih dan rapih, Pemkot Serang berupaya untuk memberantas persoalan sampah. Persoalan sampah pun saat ini menjadi program prioritas utama yang akan di tuntaskan oleh Pemkot Serang,” ujarnya, Jum’at (6/9/2019) pagi.

Pada kesempatan tersebut, Syafrudin juga menyinggung kondisi yang ada di sepanjang jalan di kawasan pasar tersebut.

Untuk menindak lanjuti hal tersebut, Syafrudin mengaku telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Serang.

Kemudian, Syafrudin juga memerintahkan Dinas Perkim Kota Serang, agar membuat taman-taman yang bisa membuat para pembeli di PIR merasa nyaman dan bersih.

“Jalan yang masih rusak yang menjadi kewajiban PU kerjakan, dan Perkim juga bisa menindaklanjuti di pinggir-pinggir jalan ini dengan membuat taman-taman kecil,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Ipiyanto mengatakan, persoalan sampah yang masih berserakan menurutnya sudah barang tentu menjadi sebuah permasalahan yang menimbulkan ketidakteraturan/kenyamanan.

Pasalnya, kondisi pedagang kaki lima yang ada di PIR hingga kini belum diberikan penertiban dan penataan yang rapih.

Dan sementara ini, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya sudah mengalokasikan pembuatan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

“Untuk kendaraan sampah sudah kita persiapkan, kendaraan yang standby di sini tiga. Tetapi dengan adanya kegiatan penertiban, maka kita tambah lagi tiga kendaraan dum truk,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.