Romdhani Anak Tani Masuk Polisi Tanpa Biaya

by -63 views

SERANG, (BN) – Romdhani, (20), yang anak pasangan buruh tani dari Kampung Ranji, Desa Panca Negara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, berhasil diterima sebagai calon Bintara Polri Polda Banten tahun 2019. Saat ini Ia tengah menjalani pendidikan di Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, selama tujuh bulan ke depan.

Ditemui di sela pendidikannya, Romdhani yang baru hitungan hari menjalani pendidikan di SPN Mandalawangi, tak kuasa menahan rasa harunya, bahwa dirinya bisa menempuh tahap proses seleksi awal penerimaan tersebut, hingga saat ini mengikuti pendidikan dan pembentukan Bintara (Diktubba) Polri, meski hanya anak buruh tani.

“Saya bersyukur kepada Allah SWT, dengan tekad kuat dan perjuangan yang besar yang ada pada diri saya, akhirnya saya saat ini dapat menempuh pendidikan Calon Bintara di SPN Mandalawangi ini. Meski, ini adalah percobaan mendaftar saya yang ketiga kalinya. Sebelunya di tahun 2016 gagal, kemudian mencoba lagi ditahun 2017, di tahun 2018 saya tidak mendaftar karena diterima bekerja di MOS dan di tahun 2019 ini saya kembali mendaftar dan Alhamdulillah diterima,” ungkap Romdhoni.

Romdhani yang merupakan anak kedua dari enam bersaudara ini menambahkan, dibalik tekad dan perjuangan yang kuat, ada dukungan besar yang tidak terlupakan dari keluarga terutama kedua orang tuanya.

“Saya memang dari kecil sudah bercita-cita ingin menjadi seorang Polisi. Karena saya ingin membahagiakan kedua orang tua saya dan ingin mengabdi pada negara,” imbuhnya.

Saat disinggung besaran biaya hingga dirinya sampai diterima dan menjalani pendidikan di SPN Mandalawangi saat ini, Romdhani mengungkapan jika dirinya tidak sama sekali dipungut biaya apapun terkecuali mengeluarkan biaya kelengkapan syarat-syarat pendaftaran.

“Saya pastikan, mulai dari tahap awal retmin proses pendaftaran di Polres Serang Kota, sampai saat ini murni tidak ada KKN ataupun ganjal dalam proses tersebut. Terlebih, membayar untuk masuk menjadi polisi. Itu sama sekali tidak ada,” ucapnya.

Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan dari orang tua Romdhoni, Jamhadi 52 tahun yang menyebutkan, dirinya sama sekali tidak mengeluarkan biaya sepersen pun untuk anaknya.

“Sama sekali saya tidak mengeluarkan biaya apapun terkecuali biaya beli bensin untuk Romdhani, karena harus mondar-mandir melengkapi persyaratan mendaftar,” kata Jamhadi.

Jamhadi awalnya tidak menyangka, jika anaknya (Romdhani) bisa lulus seleksi sebagai calon Bintara Polri dan saat ini sedang menjalani pendidikan di SPN Mandalawangi Polda Banten.

“Senang, bangga dan sangat bersyukur. Pokoknya, tidak ada tandingannya perasan saya saat ini. Siapa yang tidak terharu melihat anak kandung sendiri berdiri disana untuk menempuh pendikan sebagai calon Polisi selama 7 bulan kedepan,” jelasnya.

Lebih lanjut, sebagai buruh tani Jamhadi menyebut anaknya sudah memiliki keinginan menjadi polisi sejak kecil. Hal tersebut dibuktikan Romdhoni untuk terus membekali diri baik fisik maupun secara mental.

Ia mengaku, anaknya selalu berlatih lari agar lolos tes fisik yang menjadi salah satu modal dalam seleksi calon bintara. Selain kekuatan fisik, Jamhadi menyebut anaknya juga rajin beribadah sebagai bentuk penyiapan mental spiritual.

“Anak saya selalu olahraga, sholat tahajud. Sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan saja,” ujarnya.

Jamhadi kemudian berkisah tentang keinginan kuat anaknya ingin menjadi seorang Polisi, meski dirinya hanyalah seorang buruh tani.

“Saat anak saya lulus dari SMA 1 Pabuaran tahun 2016 lalu, dia mengatakan ingin mencoba mendaftar masuk sebagai Polisi. Dan, pada saat itu saya hanya bisa berdoa. Sebab hanya itu modal yang saya punya, namun gagal. Ditahun berikutnya dia kembali coba kembali gagal, namun ditahun 2019 dia kembali lagi mencoba dan alhamdulillah lulus. Dan adapun doa saya padanya, untuk bersabar dan terus berserah diri kepada Allah akan nikmat yang telah diberikan. Jangan lupakan sholat dan patuhi segala aturan yang saat ini dijalani,” tuturnya.

Jamhadi berharap anaknya kelak dapat menjalani proses pendidikan dengan benar dan dapat menjadi seorang Polisi yang banyak diharapkan oleh masyarakat, serta sesuai yang diamanatkan oleh Kapolda Banten.

Sementara itu, Karo SDM Polda Banten Kombes Pol Langgeng Purnomo, memastikan, penerimaan terpadu anggota Polri di Polda banten terlebih pada tahun 2019 akan dilakukan secara Bersih, Transparan, Akuntabel, Humanis (BETAH), serta clean and clear.

“Saya berharap, para calon Bintara ini dapat lulus dengan baik dan dapat menjadi Polisi yang kita harapkan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *