RDP Dengan Komisi III DPR, Heru Winarko Paparkan Strategi BNN

by -65 views
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko (tengah) mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/11/2019).
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko (tengah) mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

JAKARTA, (BN) – Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI, Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Heru Winarko didampingi jajarannya yang terdiri dari seluruh Kepala BNN Provinsi di negeri ini, memaparkan seputar penjelasan secara utuh dan komprehensif terkait penanganan narkotika maupun pembahasan rencana strategis yang akan dilakukan ke depan.

Orang nomor satu di jajaran BNN RI itu menyebut, tangkap dan tangkal menjadi dua hal utama yang dilakukan BNN dalam menangani darurat narkoba di Indonesia. Ia juga menjelaskan, pihaknya telah membagi menjadi beberapa klaster. Dari segi tangkap, kata Heru, telah melakukan pemberantasan melalui kerja sama dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri.

“Sedangkan dari segi tangkal, kita terus gencarkan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat sehingga mereka tidak tergoda oleh narkoba,” jelas pria yang akrab disapa HW tersebut, dalam RDP bersama Komisi III DPR RI di komplek Senayan, Jakarta, Jum’at (22/11/19).

Kendati demikian, HW tidak menampik bahwa peredaran gelap narkotika memang bukanlah hal yang mudah untuk diatasi meskipun telah banyak program yang telah dilakukan oleh BNN di seluruh pelosok negeri.

Menurut Heru, pemberantasan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika tidak dapat hanya menggunakan kaca mata tangkap saja, tetapi juga harus fokus pada tangkal.

Ketika disinggung mengenai pembentukan Panja yang disampaikan oleh Pimpinan rapat, Mulfachri Harahap, HW juga menyampaikan bahwa rencana pembentukan Panja adalah langkah yang baik untuk menguatkan kerja BNN.

“Panja akan melakukan identifikasi dimana letak kendala dan permasalahan dalam penanganan narkotika di Indonesia yang kemudian akan menghadirkan solusi yang diperlukan,” tandas Heru.

Sementara itu, dalam rapat yang berlangsung selama kurang lebih dua jam serta banyak membahas mengenai berbagai hal yang telah dilakukan BNN dalam perannya sebagai leading sektor terkait permasalahan narkotika di Indonesia, Anggota komisi III DPR RI, Supriansa menyampaikan apresiasi terhadap BNN yang programnya telah masuk sampai ke kabupaten dan Desa – desa.

“Sebelum saya menjadi anggota DPR, saya adalah mantan Bupati di daerah Sulawesi Selatan dan BNN telah memprogramkan di Kabupaten – kabupaten maupun Desa – desa untuk memanggil semua Kepala desa, Lurah, dan Pejabat – pejabat lain untuk tes urine. Karena memang pelaku-pelaku narkoba adalah orang-orang yang mampu membeli itu,” pungkasnya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *