Razia Pekat Satpol PP Kota Serang Jaring Tiga Pasangan

by -33 views
Jajaran satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang, razia Penyakit Masyarakat (Pekat) di beberapa tempat hiburan malam di Kota Serang, Rabu (11/9/2019) malam

SERANG, (BN) – Jajaran satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang, razia Penyakit Masyarakat (Pekat) di beberapa tempat hiburan malam di Kota Serang, Rabu (11/9/2019) malam.

Kasat Pol PP Kota Serang Kusna Ramdany menjelaskan, razia ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 tentang penyakit masyarakat Kota Serang.

“Hari ini kita laksanakan razia Pekat sesuai dengan amanat perda nomor 2 tahun 2010 tentang penyakit Masyarakat,” ujarnya kepada bantennow.com saat diwawancara.

Berdasarkan data, ucap Kusna, pihaknya telah berhasil mengamankan tiga pasangan yang bukan suami istri di kamar Hotel, dua pelajar yang masih duduk di bangku sekolah, kemudian menyita minuman keras (miras) sebanyak Lima dus yang berisi 68 botol.

“Alhamdulillah kita telah mengamankan 5 dus miras sebanyak 68 botol. Kita juga mengamankan 3 pasangan yang bukan suami istri di Hotel. Kemudian terdapat 2 wanita terjaring razia yang masih duduk di bangku sekolah,” katanya.

Sementara itu, lanjutnya, miras yang telah diamankan tersebut rencananya akan di musnakan dalam acara tertentu seperti HUT Kota Serang maupun HUT Sat Pol PP Kota Serang.

“Nanti dalam acara tertentu seperti HUT Kota Serang ataupun HUT Pol PP kita akan musnakan miras itu,” jelasnya.

Razia ini, lebih jauh dia mengatakan, pihaknya telah melakukan razia pekat tersebut dibeberapa titik tempat hiburan malam di Kota Serang.

“Mulai dari kantor sampai ke perbatasan antara Kota Serang dan Kabupaten Serang. Hiburan malam yang berada di Tol lama, Kepandean, Hotel Royal, terakhir di Legok,” ungkapnya.

Saat di singgung soal penyegelan tempat hiburan yang masih beroperasi, Kusna mengakui bahwa, memang benar pihaknya telah melakukan penyegelan di beberapa titik tempat hiburan malam.

Akan tetapi, kata dia, pemilik hiburan malam tersebut masih membuka dengan berbagai alasan.

“Alasannya itu mereka mau merenovasi, mau di bersihkan, itu alasannya. Kita juga memang harus memaklumi. Kalau kita melihat memang benar sedang di renovasi, makanya penyegelan ini kita buka kembali,” katanya.

Dalam hal tersebut pihaknya mengaku akan melakukan penyegelan kembali, namun terlebih dahulu akan mengusulkan tentang regulasi.

“Harapan saya sebelum adanya regulasi yang sah, sementara ikuti aturan saja yang ada. Tidak boleh buka tempat hiburan malam. Tidak ada jualan minuman keras,” inginnya.

Menurut informasi yang diterima bantennow.com, bahwa dari puluhan tempat hiburan malam di Kota Serang, terdapat beberapa tempat yang beroperasi tanpa mengantongi izin dari Pemerintah. (bn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *