Rano Alfath: Saya Rindu Masjid

by -158 views

Rencana pemberlakukan new normal yang diambil pemerintah dinilai tepat sebagai upaya untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat.

Namun dalam pelaksanaannya, harus memperhatikan protokoler kesehatan.

Demikian diungkapkan anggota Komisi III DPR RI Moh. Rano Alfath.

Menurutnya, stimulus ekonomi memang penting untuk kelangsungan hidup bangsa.

“Tetapi kita juga harus berpikir secara holistik dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain agar virus ini tidak lagi memakan banyak casualties atau korban,” kata Rano saat dimintai keterangan via online, Jumat (29/5/20).

Rano melanjutkan, persiapan penerapan fase kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi terus dikebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), masih kata Rano, bahkan telah meminta jajarannya untuk melakukan sosialisasi besar-besaran mengenai penerapan new normal tersebut.

Seperti diketahui, ada 60 mal atau pusat perbelanjaan yang akan kembali beroperasi pada Jumat hari ini.

“Sementara mal yang buka pada Senin (8/6/2020) ada empat. Yaitu Grand Indonesia, Teras Benhil, Summarecon Mal Kelapa Gading, dan Sunter Mall,” jelasnya.

Rano yang bergabung dalam diskusi new normal juga menyampaikan, penerapan new normal harus dikaji secara menyeluruh dan mendalam.

“Hal ini mengingat banyaknya faktor yang harus dipertimbangkan,” tandasnya.

Anggota dewan yang membidangi soal Hukum, HAM dan Keamanan itu juga mengingatkan agar pemerintah dapat kembali membuka tempat-tempat ibadah dibandingkan dengan mal-mal atau pusat perbelanjaan.

Sebab, sambungnya, tidak sedikit masyarakat yang rindu beribadah di tempat ibadah masing-masing.

“Saya pribadi pun rindu masjid. Maka dari itu saya berharap tempat-tempat ibadah baik masjid maupun lainnya diberikan perhatian lebih, mengingat jumlah Jemaah yang biasanya membludak apalagi dalam hal-hal yang mengharuskan orang ramai berkumpul seperti shalat Jum’at. Rumah-rumah ibadah tersebut juga harus difasilitasi sesuai protocol COVID,” kata Rano.

Bendahara Umum DKN Garda Bangsa itu berharap, penerapan new normal di pesantren juga tidak boleh luput dari perhatian pemerintah, khususnya di daerah. Apalagi, Provinsi Banten merupakan salah satu ‘rumah’ tempat berkembangnya Pesantren di Indonesia.

“Sebagai lembaga pendidikan yang kedudukannya sudah setara dengan pendidikan formal lainnya, saya rasa pemerintah khususnya Pemda bisa memberikan perhatian yang sama kepada Pesantren. Penerapan new normal di Pesantren hanya bisa dilaksanakan apabila Pemda dapat membantu menggulirkan fasilitas yang sesuai dengan prokotol COVID-19,” jelas legislator muda PKB daerah pemilihan Banten III tersebut.

“Kita tidak bisa ambil resiko munculnya epicentrum baru transmisi virus, ‘cluster Pesantren’,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.