Puskesmas Pasar Kemis Bantah Santri Keracunan Limbah

by -81 views

TIGARAKSA, (BN) – Pihak Puskesmas Pasarkemis bantah akan 14 santri SMPIT Nurul Hikmah Kampung Bugel, Rt 01/01, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, terjangkit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang diduga disebankan limbah B3.

Kepala Puskesmas Pasar kemis, dr. Salwah menjelaskan, terkait keracunan 14 santri yang diduga diakibatkan limbah B3, Ia tidak bisa menerangkan hal tersebut.

“Untuk limbah B3, saya tidak bisa menjawab, itu nanti pihak DLHK yang mempunyai kapasitas, karena belum pasti,” terangnya singkat saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat, Kamis (29/8/2019).

Kendati demikian, Salwah mengatakan, yang ia dapat dari pada korban ialah mu aku jual seperti gejala asam lambung.

“Jadi diagnosa kami lebih kearah lambung para santri, pasalnya mereka selalu mual-mual,” lanjut dr. Salwah.

Pihaknya pun mengerahkan beberapa dokter beserta bidan untuk memberikan penangan cepat terhadap para santri yang diduga menjadi korban keracunan akan limbah B3.

“Untuk berapa dokter yang kami kerahkan untuk mengobati para santri, ada 3 dokter Puskesmas, 6 dokter muda dan selebihnya perawat beserta bidan,” papar dr. Salwah.

dr. Salwah melanjutkan, dari 14 santri yang pihaknya tangani dari pukul 19.00 semalam, alhamdulillah kini tinggal 1 santri yang masih dalam perawatan pihaknya.

“Kini hanya tinggal 1 santri yang kami rawat, ini juga sudah membaik tinggal observasi (Pengawasan oleh tim kesehatan) saja, agar selanjutnya bisa pulang ke rumahnya,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 14 santri SMPIT Nurul Hikmah yang beralamat di Kampung Bugel Rt. 01/01, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang diduga terjangkit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dikarenakan keracunan limbah B3.

Ke-14 santri tersebut terjangkit ISPA diduga dikarenakan tercemar dari bau limbah B3 yang berbentuk bahan kimia limbah rumah sakit yang ditimbun di dekat pemukiman warga dan leteknya juga tidak jauh dari yayasan SMPIT Nurul Hikmah.

Rifal Ansori (27) yang merupakan salah satu warga menjelaskan, kejadian tersebut berawal pada, Rabu, pukul 19.00 WIB semalam setelah hujan reda.

“Mendadak para santri satu-persatu mengalami sesak nafas setelah hujan redah semalam, sesak nafas atau ISPA yang terjangkit pada para santri tersebut diduga dari limbah B3 pabrik yang telah lama ditimbun, jadi setiap hujan reda bau dari limbah tersebut menguap,” jelasnya.

Sampai berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya untuk konfirmasi ke pihak pengelola limbah yang diduga limbah tersebut membuat ke-14 santri keracunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *