Pimpinan Sementara DPRD Kota Serang ‘Digilir’ Mahasiswa Usai Pelantikan

by -105 views

SERANG, (BN) – Aksi mahasiswa, yang mewarnai pelantikan 45 anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang periode 2019-2024, terpecah dua kubu aksi.

Aksi pertama yakni dari Aliansi Mahasiswa Cipayung yang tergabung dari GMNI, PMII dan KAHMI menuntut sebanyak lima tuntutan yaitu, DPRD tidak melakukan KKN, menyelesaikan seluruh target Perda, merealisasi janji kampanye, mengakomodir aspirasi, serta terakhir mundur dari jabatan apabila tidak menyelesaikan tugasnya.

Adnan, selaku Koordinasi Aksi mengatakan bahwa, di usia yang ke 12 ini, Kota Serang masih menyimpan segudang permasalahan, seperti alih fungsi lahan pertanian yang tercatat 7.949 hektar dari sebelumnya 8.200 hektar.

“Penyusutan ini diakibatkan karena belum terbentuknya Perda tentang lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang masih mendek sampai saat ini,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Adnan, masih banyak lagi persoalan-persoalan yang ada di Kota Serang seperti kasus kekerasan terhadap anak yang terus meningkat.

Sampai hari ini, ucap Adnan, tercatat sebanyak 14 kasus kekerasan terhadap perempuan di Kota Serang, kemudian peroalam Anak jalanan (Anjal) juga terus meningkat.

“Artinya Dinsos Kota Serang tidak becus menangani persoalan Anjal di Kota Serang ini,” jelasnya.

Kemudian, lebih jauh dirinya mengatakan, persoalan hiburan malam yang menjerumuskan kepada kemaksiatan juga terus meningkat, akan tetapai Pemkot Serang dan lembaga legislatif hari ini tidak bisa menangani hal tersebut.

“Untuk itu, kami berharap kepada Perintah Serang dan DPRD Kota Serang bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan ini, kemudian DPRD juga harus jauh dari KKN dan berpihak kepada masyarakat Kota Serang,” ucapnya.

Sedangkan kubu aksi yang kedua dari Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (SWOT), HMI MPO dan Hamas menuntut Perda Disabilitas, Hiburan Malam serta Penataan PKL.

Dalam orasinya, mahasiswa meminta DPRD Kota Serang tidak melakukan praktik KKN dalam menjalankan tugasnya.

Menurut mereka, dari 45 anggota dewan terpilih tersebut 30 orang diantaranya wajah baru dan 15 orang muka lama atau petahana ini menjadi semangat baru untuk pembenahan Kota Serang.

“Banyak permasalahan yang ada di Kota Serang ini yang belum diselesaikan, serta DPRD Kota Serang harus menyelesaikan seluruh target legislasi (Perda) yang menjadi kepentingan rakyat,” ujar Korlap Aksi dari SWOT Jejen.

Pihaknya juga meminta kepada anggota DPRD Kota Serang harus merealisasikan seluruh janji kampanye yang dijanjikan kepada masyarakat serta harus mampu mengakomodir aspirasi dan kepentingan masyarakat.

“Apabila ada anggota DPRD terbukti melakukan pelanggaran dan tidak menyelesaikan permasalahan diatas segera meminta maaf kepada rakyat dan mundur dari jabatannya sebagai anggota DPRD,” jelasnya.

Kedua pendemo yang menghiasi rapat paripurna itu pun, akhirnya di temui oleh Ketua Dewan sementara Budi Rustandi ditemani oleh anggota lainnya usai pengambilan ucap janji.

Budi Rustandi yang ditemani oleh Anggota Dewan terpilih lainnya, secara bergantian menghampiri dua aliansi mahasiswa yang berbeda kubu.

Sisi pertama, menghampiri Aliansi SWOT, HMI MPO, dan Hamas.

Dalam dialog tersebut, dirinya mengajak mahasiswa untuk mengawal bersama program Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Mulai dari segi Pariwisata, Retribusi, dan Disabilitas.

“Ayo bareng-bareng kita mengawal pembangunan Kota Serang. Memang banyak kendala, dan semuannya pun lagi di bahas. Mulai dari Perda PUK, Perda Disabilitas sampai dengan wilayah retribusi wilayah Parkir dan penataan PKL,” kata Budi saat menghampiri salah satu aliansi mahasiswa, Selasa (3/9/2019).

Setelah itu, Budi Rustandi yang ditemani dengan Anggota Dewan terpilih, Jumhadi menghampiri aliansi mahasiswa Cipayung.

Kali ini, Jumhadi yang mewakili Budi Rustandi menyampaikan, bahwa dirinya bersama kawan-kawan DPRD lainnya tidak alergi dengan pendemo.

“Kita pun untuk bersama-sama dalam menyelesaikan perda kepentingan rakyat, dan juga menepati janji kampanye kepada masyarakat,” jelasnya.

Setelah itu, Ketua Dewan sementara, Budi Rustandi yang ditemani dengan Jumhadi melakukan tanda tandangan surat perjanjian, untuk menepati janji sebagai anggota DPRD Kota Serang yang merupakan perwakilan rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.