Pegiat Literasi Tangerang Menolak Penyitaan dan Pemberangusan Buku

by -75 views
Pegiat Literasi Tangerang Menolak Penyitaan dan Pemberangusan Buku

TANGERANG, (BN) – Penangkapan dua pegiat literasi di Probolinggo dan penyitaan buku di Makassar menunjukkan jika upaya pemberangusan buku di Indonesia masih terjadi. Hal yang melulu berulang meski sudah dinyatakan terlarang oleh negara.

Bahkan beberapa tahun lalu, Gramedia pernah menarik beberapa judul buku yang dianggap kiri karena diinspeksi oleh aparat kepolisian. Hal yang sama juga terjadi ketika aktivitas pegiat literasi di Bandung dibubarkan paksa oleh aparat.

Maraknya pemberangusan buku ini kemudian membuat para pegiat literasi di Kota Tangerang melakukan aksi solidaritas untuk menolak hal tersebut. Beberapa kelompok yang terlibat dalam aksi tersebut adalah Komunitas Baca Tangerang, Sayap Kata Komunitas, Tengger Pustaka, Lentera Ilmu, TBM Dimensi Kita, dan TBM Benteng Betawi.

Menurut Kordinator Baca Tangerang Furqon Nazali, tindakan yang dilakukan aparat kepolisian dan TNI bakal menurunkan semangat membangun literasi oleh para pegiat dan aktivis. Harusnya, di level aparat sudah paham bagaimana tidak ada aturan yang membolehkan razia buku karena kepentingan tertentu.

“Nyatanya, tindakan seperti ini syarat akan kepentingan berselimut ideologi,” jelasnya.

Senada dengan Furqon, Kordinator Sayap Kata Komunitas menyatakan jika kejadian ini bertolak belakang dengan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Apalagi, pemberangusan buku merupakan penistaan terhadap intelektualitas.

Kritik keras juga disampaikan oleh Abel, pegiat literasi dari Lentera Ilmu. Ia menyesalkan masih terjadinya peristiwa penyitaan buku di Indonesia. “Hal ini menjadi dosa besar yang dilakukan oleh negara,” tegasnya.

Baca Juga: LPMP Banten Bina 180 Sekolah Untuk Mencapai 8 SNP

Karena itulah negara harus menegaskan kepada aparatur dan publik jika penyitaan buku adalah hal yang terlarang. “Karena, tanpa sikap tegas dari pemerintah hal ini akan terus berulanh dan menjadi penanda betapa kebodohan di negara ini terus dirawat,” pungkasnya. (Bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *