Ormas Bersitegang Dengan Petugas di Cisoka Residence

by -115 views

TIGARAKSA, (BN) – Puluhan anggota organisasi massa (Ormas) bersitegang dengan petugas, di lokasi pembangunan rumah bersubsi Persada Cisoka Residence, di Desa Caringin, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Sabtu (27/7/19).

Informasi yang dihimpun, penyebabnya, puluhan anggota ormas yang menamakan dirinya Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) ini menggeruduk proyek pembangunan rumah subsidi tersebut, lantaran diduga menyerobot lahan milik warga seluas 1.400 meter persegi.

Alih-alih, beberapa petugas juga tiba di lokasi menggunakan kendaraan dinas.

Kapolsek Cisoka, AKP Uka Subakti menjelaskan, aksi penggerudukan itu, sempat membuat ramai lokasi perumahan dan menyita perhatian masyarakat.

“Benar, tapi tidak ada kericuhan apapun. Hanya sempat silang pendapat,” katanya, ditemui di ruang kerjanya.

Diterangkan Uka, aksi penggerudukan itu bermula, ketika kelompok ormas yang mewakili ahli waris Ibu Eha, mengaku memiliki bukti surat kepemilikan sah tanah, yang diklaim saat ini digunakan sebagai jalan ke area perumahan subsidi.

“Dalam tuntutannya, pihak warga yang mengaku pemilik tanah menuntut agar pengembang menghentikan aktifitas proyek. Jadi sama-sama merasa memiliki bukti, kami Kepolisian meminta kedua pihak untuk mediasi, saat ini pekerjaan di lokasi, kami minta berhenti dulu,” katanya.

Sementara Penanggung jawab dan pelaksana proyek Probo menerangkan, bahwa pihak pengembang yakni, PT Hidup Persada Raya (HPS) mengaku pihaknya mengklaim telah mengantongi dokumen kepemilikan tanah.

“Bos saya (PT HPS) sih bilang punya kepemilikan sah atas lahan yang diklaim ahli waris (Eha),” katanya.

Dirinya, menerangkan bahwa saat ini, pengembang menargetkan pembangunan 300 unit rumah di atas lahan 4 hektar miliknya.

“Kami dengan legalitas yang ada juga memiliki bukti. Namun berdasarkan saran dan masukan, kami ikuti proses mediasi nanti,” jelasnya.

Ahli waris yang membawa ormas itu, mengklaim kepemilikan lahan seluas 10.400 meter.

“Berdasarkan klaimnya, lahan itu saat ini adalah jalan masuk perumahan. Pihak ahli waris juga pernah bertemu dan meminta lahannya dibayarkan, tapi pimpinan kami merasa punya bukti, merasa keberatan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.